LGBT Itu Dosa!

Ketika SD, saya punya seorang teman. Namanya Daniel.

Daniel adalah seorang anak laki-laki yang berbeda. Saat kita terkena demam Street Fighter dan bermain berantem-beranteman di jam istirahat, saat saya dan teman-teman sibuk menjadi Ken, Ryu atau Blanka, Daniel lebih senang memutarkan badannya lalu berpura-pura berubah menjadi Wonder Woman. Gerak-gerik Daniel begitu gemulai, persis perempuan pada umumnya.

Ketika SMP, saya punya seorang kawan lain. Namanya Richard.

Richard tidak pernah mau bermain basket atau sepakbola bersama kami. Ia lebih gembira ketawa-ketiwi genit bersama anak-anak perempuan. Disaat anak-anak laki-laki lain ingin disebut “ganteng” atau “keren”, Richard lebih bahagia dilabeli “cantik”.

Saya adalah seorang Kristen sejak lahir, dan menurut ajaran agama saya homoseksualitas adalah sesuatu yang mutlak salah. Malah dahulu, saya cenderung antipati terhadap teman-teman gay / lesbian.

Hingga pada suatu hari, saya datang ke sebuah acara gereja. Di gereja itu, ada sesuatu yang bagi saya janggal. Tidak seperti gereja pada umumnya dimana gay / lesbian dianggap tabu dan dipinggirkan, di sana justru saya lihat beberapa laki-laki pengerjanya yang dari gesturnya terlihat sangat kemayu. Saya pun bertanya kepada pendeta disana, kenapa ia begitu terbuka. Dan jawaban beliau lah yang selamanya mengubah pola pandang saya.

“Ya begini lho. Daripada kita musuhi dan jauhi, bukankah kita seharusnya merangkul mereka?”, jawabnya bijak. “Ya tapi kan itu sudah jelas dosa, Pak?” tanya saya lagi. Ia tersenyum tabah, menyiratkan pengalamannya ditanyakan pertanyaan yang sama ratusan atau mungkin ribuan kali. “Iya, memang homoseksualitas itu dosa. Tapi dosa lain kan juga banyak? Kenapa kita tidak bisa memandang dosa secara proporsional? Kenapa homoseksualitas harus ditempatkan lebih hina?”.

Ia lalu memberikan saya sebuah perikop di Perjanjian Baru, tepatnya di 1 Korintus 6:9B-10.

“(9B) Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, pemburit (=homoseks -red), (10) pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Di ayat tadi, Rasul Paulus tidak bilang “terutama pemburit lho ya, itu yang paling gawat”. Berzinah, pemabuk, pemfitnah, bahkan orang kikir, disebut sebagai orang-orang yang tidak akan masuk surga.

Saya sendiri juga pendosa. Saya menduga, sebagian teman-teman gay / lesbian juga sadar bahwa homoseksualitas adalah dosa. Biarlah itu menjadi salib yang mereka pikul. Saya merasa cukup tau diri bahwa saya pun orang berdosa yang tidak layak menghakimi dosa orang lain.

Jadi, apakah menurut saya homoseksualitas itu dosa? Jelas iya.

Lalu apakah saya lantas menganggap mereka lebih hina? Jelas tidak.

Bagi saya, menuding hina seseorang karena ia homoseks bagaikan seorang bodoh yang menertawakan orang lain yang belepotan lumpur, padahal mereka berkubang di kolam yang sama.

Kiranya Tuhan mengampuni kita semua.

@ernestprakasa

 

About @ernestprakasa

a husband, a father, comedian. guess which one makes me laugh the hardest?

Posted on February 17, 2016, in christianity, social issue and tagged . Bookmark the permalink. 225 Comments.

  1. Agree! Namanya dosa ya sama aja..tq for this post!

  2. Saya pernah berkomentar saat #LoveWins berkumandang dimana-mana, saat legalisasi pernikahan sesama jenis dilegalkan nationwide oleh Amerika Serikat.
    Banyak juga umat kristiani yang mencak-mencak perkara itu, sementara saya cuma bisa mengernyitkan dahi.
    Seperti yang Ko Ernest utarakan, we are all sinner. Jadi saya juga nggak ngerti kenapa kita suka sekali men-judge para homoseksual seakan mereka pendosa yang paling berdosa.
    Ada yang berdalih bahwa, berbeda dengan para homoseksual, dosa *kita-kita* ini sudah diampuni oleh Yesus Kristus.
    Lah, kembali lagi, memangnya siapa manusia untuk mengukur berat dosa ? Darimana para homophobe ini tahu para Allah tidak akan mengampuni dosa homoseksual juga ?
    Nyatanya, the worst I’ve ever seen in person has been from heterosexual one(s)
    Biar Tuhan yang menilai kita masing-masing.
    God Bless You, Koh !🙂

    • Tapiiiiii buat gue gereja yg memberkati pasangan sejenis sih aneh ya. Gereja = Kristen = berdasar Alkitab.

      • Idem sih, koh.
        Saya juga nggak setuju kalo soal gereja memberkati pernikahan sesama jenis. Kalo legalitas pernikahannya secara hukum (di catatan sipil) sih udah suka-suka negaranya ya *shrugs*

      • Betul sekali… Saya sependapat dengan anda.Kita memang tidak pantas menghakimi mereka yg lgbt tapi tidak pantas lagi kalau mereka dibiarkan dengan keadaan mreka yg msih seperti itu didlam gereja. Apalagi jadi pengerja digereja.. Dosa tetap dosa. Alih alih mau merangkul mreka tapi qta juga jadi ikut berdosa membiarkan mreka ttp seperti itu. Yang benar adalah.. Membuat mereka brubah dan membuat mereka mengerti tentang firman Tuhan. Sehingga mereka bisa kembali ke jalan yg benar seperti yg Tuhan inginkan.. Tapi kalau gereja tidak bisa membuat mereka berubah..lebih baik jangan. Qta tidak boleh berkompromi dengan dosa. Seperti yg sudah dikatakan.. ” jangan sesat “

      • Bener bgt ko,
        Menurut gw
        Agak aneh si ko, kl ada tmpt ibadah yg memberkati/menyetuyui adany LGBT akhr2 ini…
        Padahal mreka tahu itu salah. Tp msh aja memberkati/menyetuyui.
        Kan ada terlulis jg di

        Matius 5:37 (TB) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

        http://www.bibleforandroid.com/v/6cb997be5ea8

        Kita cuman bisa bantu ingatkan, tp kalo mrka brsh kukuh dgn prinsip mrka, kita hnyatbs mendoakan mrka, minta sm Tuhan, biar Tuhan yg campur tangan.

        Keep Pray…

      • Religion itself koh benar atau tidak? itu pertanyaannya. Coba kenali mereka lebih dekat. I’m not gay. Mereka berhak merasakan cinta pure dari hati mereka, bukan paksaan, isn’t that beautiful?

      • buat elu kan? emang elu siapa?

        dan gereja elu, kristen yang mana? turunan dari martin luther?

      • Ya udah pasti itu sih bukan berdasarkan alkitab..
        Pendetanya pun pendeta abal2…
        Gereja dan pendeta Yg menikahkan pasangan yang sudah bercerai dr pasangan masing2 pun ada.. itu juga sama aja sih.. ga lebih hina dr gereja yg menikahkan sesama jenis
        Karena di alkitab suami boleh menceraikan istri apabila istri berzinah.. tapi dengan syarat setelah bercerai 22nya sama2 tdk boleh menikah lagi..
        Ayatnya lupa dimana

      • Memang aneh ko, anak Tuhan pasti pada ngerasa aneh klo ada gereja melegalkan pernikahan sesama jenis, especially in Indonesia. Mungkin beda negara beda culture, tapi ya harusnya ttp sama sih kalau acuannya sama2 alkitab.
        Nice article, Ko! Semangat Tuhan memberkati.

      • jadi, ke mana nih yang bisa2nya nulis dan komentarin ‘dosa’? diem aja?

        ditunggu dalam diskusi2nya nih….

      • Menurut ku sih prediksi tatanan arti alkitab di amerika dan di indonesia itu berbeda ya ..
        Itu lah yg membuat para homoseksual bisa menikah dan diberkati di greja sana.
        Smua itu balik ke tolak ukur dan pandangan masing masing yg mengartikan setiap belahan kata2 Firman yg ada di dlm alkitab.
        Ibrani + inggris + indonesia ..itu bisa dikatakan bukan hanya orang dan bahasanya aja yg berbeda..tapi cara hidup dan cara berfikirnya juga aku rasa tidak 100% sama.

        Sbagai contoh ..didalam alkitab yg diterjemahkan ke dlm bahasa indonesia ..dikatakan ada istilah Pemburit yg disamakan dengan Homosekual.
        Tapi alkitab versi english yg NB nya mendukung para LGBT ..itu artinya bukan pemburit/Homosekual.

        Seperti itu menurut ku sih. !!😊

        Jadi sering terjadi pro dan kontra didalam pandangan dan penafsiran ayat Firman yg ada di dalam alkitab itu sndiri.

      • Alkitab mana ?…terjemahan bahasa indonesia ??.ya jelas menolak lah..itu kan di tafsirkan oleh orang indonesia yg notabene nya menolak homoseksual…

        Alkitab versi asli yg diterjemahkan dlm bahasa iggris yg fipake greja di amerika eropa dan bahkan di israel ..banyak loh yg bilang homoseksual tidak disebutkan dosa …dan mereka menafsirkan lain.
        Jadi tergantung alkitab mana dulu ..
        Karna yg aku tau alkitab bukan berasal dari indonesia.
        Mencoba memahami😇

  3. Reblogged this on del. and commented:
    Udah lama pengen bilang gini tapi masih ragu ragu, thankyou Ko Ernest to speak it up for us! Well said!

    LGBT memang dosa, but who are we to judge?

    del.

  4. Setuju! LGBT itu dosa! Jangan musuhi orangnya. Tolak pahamnya! 😊

  5. Ignatius Wijayatmo

    Bijak sekali :))

  6. Yah sebagai umat beragama saya juga sepakat. LGBT itu dosa. Di agama yg saya anut pun jelas hukuman untuk mereka kelak. Tapi lagi2 menjauhi mereka atau menjadikan mereka hina tidak menyelesaikan masalah..
    .
    Masalah LGBT pun mungkin bukan saja maslah agama, tapi maslah sosial dan budaya..

  7. saya orang katolik namun bukan tipe orang yg alkitabiah alias baca alkitab jarang2. sikap yg paling tepat dlm menanggapi isu LGBT di sluruh dunia adalah jangan menghakimi orang lain. Menurut pendapat pribadi, seseorang yg memilih utk mencintai sesama jenis dengan kehendaknya sendiri atau atas dasar kesadaran dr diri sendiri, itu bukanlah dosa. seperti lirik lagu2 cinta yg bilang “Love is Never Fails” atau “Cinta tidak pernah salah”. menurut saya juga, yg sudah digolongkan menjadi dosa adalah ketika seseorang memutuskan mencintai sesama jenis dengan unsur paksaan dari orang lain atau perkosaan terhadap anak di bawah umur (trutama kasus2 sodomi).

    sbg orang yg hidup di jaman yg serba instan dan haus akan kecepatan teknologi informasi, harusnya kita ga menjadi buta dan tidak mau melihat kenyataan bahwa sudah banyak orang Indonesia yg memilih utk mencintai sesama jenis. Mereka juga tertekan scara psikis, hidup dalam kerahasiaan, hidup dalam bayang-bayang atas apa yg dianggap “sempurna dan normal”, apakah kita perlu menambah beban hidup orang lain yg kita kenal aja enggak dengan mendiskreditkan mereka?
    makasih koh ernest, dr kmaren pengen komen soal ini tp ga punya wadah yg tepat

    • Sama2, gw juga udah lama punya uneg2 ini🙂

    • Teman, itulah sebabnya sebagai pengikut Kristus kita perlu tahu isi hati Tuhan yang juga tertulis dalam Alkitab. Saya juga awalnya bukan seorang Kristen yang “Alkitabiah”. Tapi kasih kemurahan Tuhan yg menjemput saya mendekat. Membaca Alkitab menjadi wajib bagi kita yang mmg sadar kita ga bisa hidup tanpa Tuhan. Saran saya, bacalah Alkitabmu teman. Kau akan mengerti bagaimana sejak awal ide Tuhan menjadikan manusia. Laki-laki dan perempuan diciptakannya dia. Ko Ernest sudah mengutip ayatnya diatas, siapa saja yang tidak akan ambil bagian dalam kerajaan Allah. Fokusnya bukan di jenis dosanya. Tapi ayat itu jelas menulis, orang2 itu adalah orang berdosa yang tidak layak masuk dalam kerajaan sorga. Jadi, yes, LGBT itu dosa di mata Tuhan. Dunia ini mengkondisikan bahwa tidak ada yang salah dengan mencintai seseorang dengan tulus tidak peduli apa jenis kelaminnya. Padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan demikian. Tidak heran, memang iblis menjadikan dunia ini “kerajaan” nya juga. dia akan mengajarkan apa yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, diajarkan secara ‘wajar’ dengan hukum dunia.

      Namun poinnya dari pembahasan di atas mmg bukan apakah itu dosa atau tidak. Tapi bagaimana kita menempatkan posisi rekan, teman, keluarga yang sekarang bergumul dengan kehidupan mereka ini. Saya yakin gereja yg ko Ernest ceritakan juga bermaksud merangkul kaum itu itu mengembalikan mereka dalam kehidupan yang benar di mata Kristus. We’re all the sinner. Tapi itu bukan sebuah alasan untuk tetap berbuat dosa ketika kita tahu kita berdosa. Mintalah terus pengampunan Tuhan setiap hari, Tuhan akan layakkan kita. Semua karena Kasih Karunia… Tuhan Yesus berkati kita semua..

      • Meminta pengampunan setiap hari tapi ttp tidak brubah sma sekali bohong. Meminta pengampunan dan brrubah itu yg bnar. Hendaknya setiap gereja harus menjadi dampak yg benar. Jangan smpai mlah menyimpang dari firman Tuhan. Yg benar adalah membuat mereka mengerti dan paham betul firman Tuhan. Dan membuat mereka brubah dan kembali kedalam jalan Tuhan. Alih alih merangkul mereka tapi merka tdak brubah dan membiarkan mereka ttp dlm keadaan mereka didlm gereja dan mnjadi pengerja.. Mka greja itu sudah slah. Ingat dosa tidak bisa dikompromi. Seperti dlm ayat pembuka diatas ” jangan sesat…” Tuhan memang pengampun tapi qta tidak bisa bermain main deng kemurahan Tuhan. Keselamatan itu memang diberikan Tuhan tapi manusia juga yg harus mengusahakannya.. Tdak lntas dengan gmpang berfikir kalau qta sudah percaya qta pasti selamat. Itu slah besar.. Tidak semudah itu saudara saudaraku. Gerja harus berdamapak. Jangan jadi gereja batu sandungan. Ingat gereja itu identik kpada siapa kita menyembah jadi jangan membuat Tuhanmu dipermalukan.

    • Gereja katolik tidak menyikirkan mereka…tp membimbing mereka supaya mereka tidak terjerumus dlm dosa yg lbh dalam…
      Jadi apabila misal seorang gay memang dia tidak dpt hidup dgn normal alangkah baiknya dia ttp hidup dlm kemuliaan kesucian iman nya tanpa mempengaruhi org lain supaya menjadi seperti dirinya
      ( ini yg saya baca lo)

    • @josephine

      Sy seorg Katolik.
      Sy ingin mberikan informasi mngenai syarat2 dosa mnrt Gereja Katolik
      1. Tau bhw itu berdosa (menutup diri dari rahmat Tuhan)
      2. Sadar penuh dalam melakukannya
      3. Bebas dr segala paksaan

      Jd klo ad slh 1 diatas tdk terpenuhi maka blm bs dpastikan itu dosa ato tdk.
      Ddlm Gereja Katolik sndiri pny jg pmbagian dosa, yaitu dosa berat dan bkn dosa berat. Yg kduany berbeda caranya utk rekonsiliasi dgn Tuhan.

    • Hmmmmmm!! Saya tidak anti lgbt tapi opini Anda ini sangat berbahaya terutama dengan alasan atas kesadaran sendri!!! Dasar dari kita semua yg sepakat bahwa lgbt adalah dosa adalah Alkitab!!! Dan itu Sdh final!!! Namun pemahaman Anda yg keliru berdasarkan kebebasan dalam berpendapat harusnya di kaji lagi!!! Justru terbalik buat saya apa bila ada org yg dengan terpaksa di buat menjadi korban kekerasan seksual seperti maaf di perkosa atw di sodomi malah mungkin bukan pendosa!!! Dia melakukan itu Karena di paksa!!! Terbalik dengan org yg dengan sadar menyerahkan dirinya untuk berbuat dosa!!!! Atw cara berfikir Anda seperti apa dalam melihat hal ini!!!???

    • "Love Never Fails"
      You conclude LGBT as it has no sin at all based on the phrase said 'love never fails'. Indeed, Love is never fails. But here's the case nowadays love itself is the word that the most Misused, Misquoted, Misunderstood & Misrepresented. Hollywood, Bollywood make million movies with this word as a theme. But love it's not always what you see on TV, am I right? When you said Love Never Fails well you know what? That's the point! I mean when it fails—-has misconception, it is no other than lust rather than love.

      "Love has no race"   "Love has no age"              "Love has no gender"
      Ok, this is absolutely true. I love my Chinese, Indonesian, African, Jamaican friend.
      I love my Parents, Uncle, Aunty, and Teachers who are far older than me.
      I love my both guy and girl bestfriends. But that doesn't mean I have to marry them. In this case we separate love in 4 types. Based on the book in 1960 by C.S. Lewis (The Four Loves)—one that comes from empathy bond (storge), one that comes from friend bond (philia), one that comes from erotic bond (eros) & one that comes from God's unconditional love (agape). Make sure you understand this, because not all love is the same. And LGBT barely couldn't be considered as love. It's more into Orientation. Sexual/Romantic orientation like heterosexual, homosexual, bisexual, pansexual, heteroromantic, homoromantic, biromantic, greyromantic, etc.

      Let's not talk about sin or religion. But when people bravely says MENTAL HEALTH IS an ISSUE NOT IDENTITY…. Why people couldn't see LGBT the same way? I am not homophobic… I have friends who happened to be gays and I love them whole heartly…. But I have this grief and longing to let them know the truth… They're not their struggle…

      With compassion & blessing
      Lucy

    • saya muslim, kalau pendapat pribadi saya sebagai muslim ya, kalau dari segi agama sudah jelas dilarang, kalau dari paragraf pertama yang anda utarakan dan menurut anda tidak dosa, kalau menurut saya pribadi itu imbas dari dosa-dosa sebelumnya, contohnya perbuatan dosa yang menjurus ke arah hal tersebut, ex: pornografi, seks bebas dan masih banyak lagi, hingga akhirnya mereka bosan dengan hal2 sedemikian hingga melakukan hal di luar batas sprt homoseksual, yang dimana hal tersebutlah inti dari dosa besar tersebut sama seperti yg dikatan di dalam al-quran/al-kitab, bahwa itu perbuatan dosa besar. (no offense)

    • Kamu lesbian..cari tau mengenai cerita sodom dan gomora kenapa di hancurkan,thx

      • Nope. Baca Yehezkiel 16:49-50. Itu jawaban jelas dari pernyataan anda.
        Ga ada satupun kata2 homoseks tuh. Baca lagi lah Alkitab anda.
        Gbu

    • Wah kalo bicara dosa…. Saya tidak Setuju pendapat anda bahwa orang yg mencintai atau mungkin menikahi sesama jenis kelamin atas kemauan sendiri bukan dosa , dan yg atas unsur paksaan baru disebut dosa. Standard Tuhan itu jelas dan sempurna. Gak ada kompromi, pemikiran seperti yg anda paparkan itu pikiran manusia Bukan yg dipikirkan Tuhan. Tau dari mana saya? Ya dari Forman Tuhan di Alkitab. Sejak awal pendekatan Adam dan Hawa diciptakan Allah bermaksud membatin sebuah keluarga yg kelak akan menghasilkan keturunan biologis yg akan memenuhi bumi. Bahkan organ reproduksi kita dan wanita dirancang sedemikian unik dan mengikuti fungsinya sesuai pikiran dan kehendak Allah. Kalo memang sejak awal Allah menghendaki keturunan biologics itu bisa dari hasil sesama jenis, pasrilah sejak awal penciptaan Allah mendesain organ tubuh kita sesuai dgn kehenfakNya tsb. Segala sesuatu yg tdk sesuai dgn kehendak Allah Pastilah ada unsur dosanya. Kejatuhan manusia yg mengakibatkan rusaknya citra manusia yg Allah rancangkan sejak awal mengakibatkan manusia galau seperti ini. Cinta kasih yg Allah anugerahkan sering disalahtafsirkan.

  8. Uh yeah!!!! Finally someone has same opinion with me. Saya juga sama kaya koko dulu. Saya melihat ini bukan isu keagamaan karena ini itu bukan bagian kita. Sama-sama manusia kenapa saling menghakimi? Teman-teman saya banyak yang antipati terhadap orang-orang LGBT seolah mereka bukan manusia. Tapi, disitu lah letak kesalahan mutlaknya. Sama-sama manusia. Empati teman-teman saya tidak digunakan. Coba kalau salah satu keluarga mereka seperti itu, apakah mereka juga kan bersikap sama? Atau kalau mau lebih ekstrem, orang tua mereka ternyata seperti itu? Banyak kaum LGBT yang pura-pura suka kepada lawan jenisnya demi keamanan mereka sendiri. Gimana kalau ortunya kayak gitu dan terpaksa dikawinkan gara-gara keinginan orang tua mereka? Dan mereka bertanggung jawab kepada anak yang mereka hasilkan tanpa membuka jati diri mereka sebenarnya? Saya belum pernah dengar cerita seperti ini, namun kalau ada kejadian seperti ini, gimana pandangan masyarakat?

    • Kebetulan saya punya temen2 LGBT yang mengalami seperti itu…..yang terpaksa harus menikah demi nama baik “orang tua” saya tidak akan pernah bisa lupa betapa teman saya mencucurkan airmata dimalam sebelum dia menikah…..sekarang dia sudah punya anak 1, dan setiap ketemu saya yg keluar adalah “seandainya saya dulu lebih berani mengambil sikap dan menjadi diri sendiri” ……jiwanya kelihatan kosong…..

      Saya juga punya sahabat dekat yg terpaksa harus keluar dan tinggal jauh dari Indonesia karena dia seorang gay….dan sekalipun dia gay…..hingga hari ini….dia tinggal sendirian dan memilih untuk gak punya pacar (laki2) juga….hanya karena gak mau stigma cowok gay keluar dari Indo biar bisa bebas….ya bebas untuk jadi diri sendiri….bukan bebas buat nge-seks disana sini dengan banyak laki2 seperti yg dipikir semua orang……

      And this is the reason saya bersikap netral terhadap mereka…..I have my own principal….but is just for me…..😊

      • Thats one of a bitter truth, Indonesia is one of the most homophobic countries on earth. The people see more on the outside than they will see the heart. Such a terrible conception of humanity in this ‘deeply religious’ country.

  9. This post is beautiful. Thank you.

  10. dosa itu apa sih? bisa jelasin?
    trims….

    • tanya orang tua lu coba

    • Dosa adalah apa pun yang tidak selaras dengan, dan oleh karena itu bertentangan dengan, kepribadian, standar, jalan, dan kehendak Allah; apa pun yang merusak hubungan seseorang dengan Allah. Dosa bisa dalam bentuk perkataan (Ayb 2:10; Mz 39:1), perbuatan (melakukan tindakan yang salah [Im 20:20; 2Kor 12:21], atau lalai ataupun tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan [Bil 9:13; Yak 4:17]), atau ada dalam pikiran atau sikap hati (Ams 21:4; bdk. juga Rm 3:9-18; 2Ptr 2:12-15). Tidak beriman kepada Allah adalah dosa besar, karena memperlihatkan bahwa seseorang tidak percaya kepada-Nya atau kurang yakin akan kesanggupan-Nya untuk melaksanakan sesuatu. (Ibr 3:12, 13, 18, 19) Pembahasan tentang penggunaan kata-kata itu dalam bahasa aslinya serta contoh-contoh yang terkait menggambarkan hal itu.

      • menurut pemahaman anda, Dosa adalah apa pun yang tidak selaras dengan, dan oleh karena itu bertentangan dengan, kepribadian, standar, jalan, dan kehendak Allah….

        anda tahu apa saja:
        1. kepribadian Allah?
        2. standar Allah?
        3. jalan Allah?
        4. kehendak Allah?

        bisa bagi dengan pembaca di sini?

    • dosa itu artinya meleset…😀

    • Dosa itu dari kata ‘hamartia’ atau tidak tepat atau meleset dari tujuan.
      Beberapa orang gay dan liberal sudah tidak menganggap gay sebagai suatu dosa. Jadi diskusi ini tidak relevan bagi mereka.
      God bless

  11. ya kalo dari ukuran agama udah pasti dosa dan kaum LGBT pun ga minta dilahirkan dan diciptakan oleh Tuhan dengan keadaan seperti ini dan juga menurut saya tidak ada yang bisa mengukur tingkat dosa manusia selain Tuhan sendiri oleh karena itu lebih baik jangan menjauhi kaum LGBT tetapi tetap berjalan seiringan dengan mereka. dan saya ingat khotbah digereja saya tentang isu LGBT “bagi mereka yang merasa dirinya berbeda dan menyukai sesama jenis tetap bedoa dan gumulkan tentang perbedaan tesebut tetap menjaga kesucian akan diri sendiri, susah untuk dilawan memang tetapi jangan pernah mencoba menjadi sama dengan dunia tetap menjadi garam dan terang dunia”

  12. Wow… Ernest… Thank you ko.

  13. Reblogged this on SimpleSmallStep and commented:
    Terimakasih Mas Ernest. Membenci perbuatan dosa dan tetap megasihi para pendosa. Karena kita juga masih berbuat dosa. Salute…

  14. well said🙂
    Salam kenal ya😀

  15. Setuju,, biarpun itu dosa kita ga boleh judge layaknya kita lebih bersih dari pada mereka, Yesus saja lahir ke dunia untuk orang berdosa kok,,kenapa kita malah sok suci dan menjauhi mereka? kan jika kita mau merangkul mereka tak mustahil Tuhan bakal menyembuhkan dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar,,

  16. 1 Korintus 6:9B-10.

    “(9B) Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, pemburit (=homoseks -red), (10) pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

    Semua hal yang di atas bagi Tuhan adalah sama. TIdak ada yang lebih besar atau lebih kecil. Semuanya adalah pelanggaran hukum Tuhan (Kristen). Tidak Terbantahkan karena itu Firman-Nya. Tuhan benci dengan dosa tetapi DIA mengasihi orang yang berdosa. Makanya Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus dan mengampuni dosa manusia.

    Kabar baiknya bukan hanya Tuhan Yesus mengasihi orang berdosa dan mengampuni mereka. Tetapi DIA sanggup menolong kita untuk lepas dari dosa.Tuhan mau kita berubah dan memperbaiki diri . Tidak HIDUP dalam dosa. Bersama Tuhan kita sanggup meninggalkan perbuatan dosa kita.
    Misal seorang pencuri. kita tidak membenarkan dan menerima perbuatan mencurinya, tetapi kita tetap mengasihi orang itu dan berdoa supaya orang itu meninggalkan perbuatan tsb.

    Demikian pula dengan LGBT

    Tuhan membenci setiap pelanggaran dosa kita tetapi DIa sangat mengasihi kita.
    Datanglah pada-Nya maka DIA akan memeluk kita dengan Kasih-Nya. Dan akan menuntun kita dalam perubahan menuju kesempurnaan-Nya.

    Itu sih menurut pendapat saya…..

  17. dosa itu biar urusan Tuhan… manusia ga usah ikut-ikutan. Cukup berbuat baik sesuai ajaran jangan jadi baik biar masuk surga. Saya percaya banget bahwa Tuhan itu punya pertimbangan yang ga bisa dilogika sama manusia.

  18. Masukan aja untuk bung ernest dan teman2 yg lain. Mohon berlaku adil dalam berargumen.
    Jika memang perbuatan homoseks adalah sama tercelanya dengan perbuatan dosa lainnya seperti mencuri dan menipu maka perlakuan terhadap para pelaku perbuatan2 tsb juga harus sama kan. Artinya jika bung Ernest menganjurkan kita agar merangkul dan hidup damai dengan pelaku homoseks maka demikian juga halnya dengan pencuri dan penipu (termasuk penipu rakyat dan pencuri uang rakyat).

    komen yang ini jangan dhapus lagi ya bung.🙂

    • saya rasa dlm aspek rohani, sy ikut Kristus, semua penjahat itu hrs di rangkul dan di bantu untuk dapat kembali ke jalan terang.
      Seperti Kristus sendiri bilang, yg butuh dokter bukan orang yang sehat, tetapi yang sakit.
      Dalam hal ini juga hrs ada kemuauan dr orang2 itu untuk berubah.

      Melihat jaman sekarang (dan dari dulu juga) orang2 yg melakukan ‘dosa’ tidak lagi perduli bahwa mereka dapat dan mau bertobat. Yang seperti inilah kenapa Allah membuat aturan dan hukum. – boleh di interpretasikan masing2 maksud dari kalimat ini.

    • Lgbt tidak merugikan orang bro, lo rugi apa dgn kegiatan pribadi org dalam kamar? pencuri, pemerkosa dan penipu merugikan orang dan perbuatan apa2 yang merugikan org lain spt pembunuh, pencuri dll dihukum oleh peraturan dunia/negara. Semua memang harus dirangkul, emang siapa kita judge org pendosa ? Hanya tuhan yg tau alasan kongkrit org berbuat sesuatu. Lo juga kalau miskin dan lapar bisa sj buta dan tergoda berbuat sesuatu yg merugikan org lain. Semua terjadi for some reason. Seperti bung ernest blg, hanya org suci yg bisa nge judge org lain pendosa, look at urself deeply. Lgbt bukan pilihan, tp bagaimana lgbt mau menjalani hidupnya adalah pilihan, contohnya lgbt yg menikahi lawan jenisnya itu adalah pilihannya, lgbt yg memaksa diri tidak lagi berhubungan dgn sesama jenisnya juga pilihan, orientasi aslinya ya tetap aja ada. Diluar itu, melakukan kejahatan dan kebaikan pd org lain adalah juga pilihan. Drpd ngejudge org mending praktekin berbuat baik dan lebih empati pada sesama. Mohon dimaklumi bahwa lgbt lahir dari manusia, sama dgn anda, lalu apakah manusia yg melahirkan lgbt dulunya tau anaknya akan jd lgbt? Walau dia pemuka agama sekalipun?demikian jg anda, anda benci dgn lgbt tp bisa saja anda nantinya melahirkan anak2 lgbt. Oh, anda akan berkata bahwa anda akan berusaha sekuat tenaga “menyembuhkan” anak anda itu? Yg ada sih anak anda stress, ga bisa belajar, ga bs bergaul, tertutup ketakutan lalu bunuh diri. Ngapain sih ngurusin org mo tidur atau cinta ma sapa? Org hetero dipaksa kawin sama org yg tdk dicintainya jg sgt menderita, lalu apakah misalnya seorang gay dipaksa menikahi perempuan menurut anda akan tercerahkan? Justru sebaliknya, si gay stress krn terpaksa, istrinya stress krn ketipu dan bingung dgn prilaku suami, si anak (kalau ada) jg stress lalu keluarga itu jd layaknya neraka. Well, above of all, Tuhanku maha penyayang, maha adil,Tuhanku tidak jahat. Sy tdk bs maksa anda harus disiplin ke gereja, sy ga bisa maksa anda harus shalat, sekalipun anda lgbt, krn hubungan anda dgn Tuhan anda juga pilihan dan urusan anda sendiri, kita semua pendosa, seagamis apapun anda bisa saja khilaf seperti para pendeta yg melecehkan muridnya (see film spotlight) atau seorang haji yg jg melakukan kejahatan. Bagi diri gw, lebih baik gw punya anak lgbt yg pintar, berguna buat banyak org, mau membantu org, jd dokter jd penemu jd atlit jd seniman terkenal jd pilot dll drpd gw harus melahirkan hetero tapi pencuri, penganiaya yg lemah,pemarah, pembunuh, penipu, pemabuk dan jd sampah!

    • dwikartikamaulana

      Setuju! Hayo koh ernest gimana menurut anda??

  19. (((I express my thoughts more coherently in English))) Honestly tho I was born and raised in a Christian family, too. I still have so many things to learn about my religion, but I do know that Jesus Himself has always taught about love and compassion. Those have always been the essence of His teachings, especially love. We are told not to judge others and, instead, “Love the Lord your God with all your heart … [and] Love your neighbor as yourself.’ All the Law and the Prophets hang on these two commandments.” And what did Jesus say to people condemning the woman who was caught in adultery? “He that is without sin among you, let him cast the first stone at her.” So my knowledge is still very limited, but self-righteous and hypocritical Christians sometimes do make wonder whether they even understand in the slightest what kind of God their God truly is.

  20. Setuju tdk ada dosa kecil dosa gede.semua dosa so gk ada yg lebih berat dosa tetap dosa…tks ko ernest

  21. Kita tidak menghinakan mereka tapi kita bisa rangkul mereka dengan syarat mereka mau menyembuhkan penyakit batin yg mereka miliki.
    Bukan kita melegalkan mereka trus membiarkan mereka merangkul org2 untuk menjadi seperti mereka.
    Kalo kita bersikap seperti itu sama saja kita membiarkan kesalahan yg nyata didepan mata.
    Tuhan menciptakan manusia di dunia ini hanya 2 jenis yaitu laki dan perempuan tidak ada selain itu.
    Kalo mereka mempunyai kebiasaan dari kecil, pasti ada yg salah terhadap kedua org tuanya.
    Tidak ada asap kalo api tidak menyalai

  22. Menurut saya kalau lgbt belum mengakui itu sebagai dosa tidak dapat diterima di gereja.. Kecuali dia sudah menyadari bahwa itu dosa dan mau disembuhkan..

    • Waduh sis kl saya bersyukur mereka masih mau ke gereja drpd mereka ngedugem karena mereka berhak untuk mengenal & merasakan kasih Tuhan tp yg terpenting para pemimpin, pengerja dan jemaatnya harus bisa untuk tidak sekedar merangkul tapi jg bisa membuat mereka mengerti kingdom of God. Yg sy takutkan gerejanya model yg cari jemaat, yg manjain jemaatnya pk teori berkat adem2 di kuping & bknnya nyampein yg Tuhan mau tp ap yg jemaat mau. Yg ad bknnya bertobat tp jd bikin tambah rancu lg.

  23. WOWWWW. super sekali… ini lah yang saya lakukan di kehidupan saya

    Saya tidak pernah mendukung legalisasi LGBT, prostitusi, kasino, dll tapi utk urusan kelingkungan saya tidak mau menjauhi org2 ini, kenapa? karena saya sadar posisi saya, gak munafik.

    Saya berdoa supaya Tuhan menjauhkan roh2 kesombongan atau sok2 suci gitu ya supaya gak kena karma.

    Amiiiiiiiiin >_<

  24. LGBT mank napa, dia ga ganggu kita kenapa lu yg sewot.

    Kayak lu ga berdosa aja udah berani menghakimi orang.

    Baca tuh injil kalau kau ga berdosa baru boleh lempar batu.

  25. Pencuri, pemabuk, maling dll itu pastinya kalau anda berurusan sama mereka, pasti merugikan anda bung. Aspek mana dari LGBT yang merugikan anda? Karena jika Tuhan sudah berkata “terjadi, maka terjadilah!”, lalu anda mau bilang apa ketika anda di lahirkan menjadi seorang yang lebih menyukai sesama jenis? Atau suatu saat anda memilih menjadi LGBT? Jadi bilsa dibilang, betapa beruntungnya anda di lahirkan sebagai seorang Heteroseksual (sampai detik ini). Dan saya yakin mereka, tidak ada yang mau dilahirkan LGBT (bisa dibuktikan). Memang semua manusia kan punya hak asazi bro. Bahkan pencuri juga punya hak asazi. Tapi tolong di perjelas, hak dalam hal apa dulu yang mereka tuntut. Think smart bro. Saya tahu Indonesia menjujung tinggi HAM. Rata tidak di bedakan (katanya sih, nyatanya gimana?). Itu aja kok.

    Semua orang tahu di alkitab semua itu ada. Tidak ada yang salah dalam alkitab. Yang pasti, akan salah bila kita tidak bisa menyikapi apa yang tertulis di alkitab. Jadilah umat Tuhan yang baik. Tuhan pasti sudah senang. Biarlah apa yang di ributkan soal berat dosa mereka, itu Tuhan yang ukur. Bukan bagian anda menghakimi LGBT. Selama LGBT tidak melakukan pelanggaran hukum. Karena pertaubatan seseorang yang sungguh sungguh itu, hanya antara dirinya sendiri dan Tuhan. Anda tidak perlu tahu, tidak perlu melihat.

    Ngomongin pendosa sembunyi sembunyi kalo ketahuan harus di hukum? Orang pendosa yang terang terangan juga banyak bro yang gak di hukum. Sudahlah. Mulai perbaiki diri dari kita sendiri dulu. Kalau bisa saya bilang, anda, saya dan semua orang di dunia ini termasuk pendosa. Ada yang merasa suci di sini?

    Terimakasih Ernest. Semoga orang orang bisa terbuka pikirannya.🙂

    • Talita Ully Situmorang

      LGBT itu penyimpangan perilaku bro. Manusia dilahirkan hanya sebagai PRIA dan WANITA. Ga ada dilahirkan dengan dosa bawaan LGBT.
      Itu jg bukan pilihan hidup.
      LGBT bisa disembuhkan, asal yg bersangkutan mau disembuhkan.

      • karena anda tidak merasakan ketertarikan terhadap sejenis dari anda masih kecil talita (belum tahu apa apa soal cinta dsb). Bersyukurlah anda. Anda bukan bagian dari LGBT atau orang yang mengenal dekat dengan mereka. Dan anda juga menutup pikiran anda terhadap mereka. Bagaimana anda bisa merasakan? jangan memungkiri, Tuhan menciptakan seorang manusia dengan apa yang sudah di gariskan padanya. Tuhan selalu mengajarkan kita tentang cinta kasih bukan?

        Siapa yang bilang ada jenis manusia selain PRIA dan WANITA?🙂

      • (Comment saya berdasarkan segi ilmu Kedokteran, bukan agama)
        Anda mengeluarkan Statement seperti ini karena anda tidak berada di lingkungan LGBT, LGBT bukan lah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan.
        lesbian, gay, biseksual, ataupun transgender sebenarnya sudah terbentuk sejak ia menjadi janin di dalam kandungan.

        Terbentuknya jenis kelamin, jender, dan orientasi seksual merupakan proses yang terpisah, meski saling berkaitan. Hal ini menyebabkan ada orang dengan jenis kelamin laki-laki, tetapi jendernya belum tentu maskulin, dan orientasi seksualnya belum tentu ke perempuan.

        seseorang yang berkromosom XX belum tentu berjenis kelamin perempuan, demikian halnya kromosom XY yang belum tentu berjenis kelamin laki-laki. Fakta biologisnya,banyak variasi genetik, baik kromosom hilang maupun berlebihan.

    • LGBT itu bisa krn faktor biologis, bisa jg krn faktor sosiologis bro. kalau yg krn faktor sosiologis bisa dilakukan terapi. tp klo yg sudh bawaan sejak lahir belum ada riset yg bisa menyembuhkan.

  26. Talita Ully Situmorang

    Saya setuju dengan perikop diatas 1Kor 6:9B-10.
    Sejak manusia jatuh kedalam dosa, manuska kehilangan kemuliaan nya. Semua manusia berdosa. Mau dosa LGBT atau maling ayam. Tetap dosa.
    Yg tdk saya terima. Pelayan di sebuah Gereja adalah LGBT?
    Pelayan di dalam rumah Ibadah sejak zaman Musa hingga sekarang dinamakan Bangsa Lewi. Mereka dikhususkan Tuhan harus hidup kudus (baca : bukan LGBT, menjauhi dosa-dosa di perikop yg anda sebutkan).
    Mereka ditahbiskan, diurapi, diperlengkapi supaya bisa melayani di rumah Tuhan.
    Lantas di Gereya yg anda sebutkan boleh LGBT jadi pelayan, Salah besar. Gereja itu menista hadirat Tuhan. Sementara mereka masih melakukan penyimpangan sex diluar Gereja, tangan yg sama melayani di Gereja. Maaf, di Gereja saya ITU DILARANG ! Boleh menjadi jemaat tidak untuk pelayan Tuhan.
    Jangan membuat kekeliruan lain mengenai posisi Gereja menilai LGBT.
    Thanks.

    • Kok gereja jadi lebih galak drpd Tuhan sih? Yesus aja maha pengampun dan penuh kasih 😂😂😂

      • Talita Ully Situmorang

        Tuhan Yesus setia dan adil mass bro.
        Setia memberkati orang berdosa dgn tidak.
        Adil menghukum tiap dosa pelanggaran kita..
        Kalau anda Kristen. Anda pasti mau menyembah Tuhan dengan cara yg benar. Benarkah seorang LGBT yg melakukan free sex dan berpendapat mereka BENAR dan HAM menjadi pelayan Tuhan. Kalau saya jabarkan ayat2 Alkitab mengenai kriteria pelayan Tuhan anda makin puyeng

  27. Wah kalau kayak gitu bisa merajalela dong LGBT dan bisa juga gereja jadi salah satu
    tempat mereka berlindung? Tuhan Allah aja dulu menghukum sodom dan gomora karena banyak hal2 kayak gitu, waktu jaman nabi Nuh pun sama. Masa kita ga bisa ikut

    Btw, postingan ini ga ada solusi tepat mengatasi LGBT ya?

    • Karena kamu ambil contoh Sodom dan Gomora, sekarang saya tanya aja, gimana dengan peristiwa Yesus dan perempuan yang berzina? Masa kita ga bisa ikut apa yang Yesus katakan dan lakukan saat itu?

      • Yesus mengatakan siapa yang tidak berdosa, boleh lempar batu. Tapi selanjutnya jangan dipotong. Yesus berkata kepada perempuan itu ‘Akupun tidak menghukum kamu, pergi dan jangan berbuat dosa lagi’.

        Saya bukan bicara dalam konteks LGBT saja tapi konteks keseluruhan penggunaan kutipan ayat ini. Karena sering sekali dipotong dan tidak dimaknai keseluruhannya. Lalu dipelesetkan untuk tidak ‘menghakimi’. Saya rasa kata menghakimi (to judge) dan menghukum (to condemn) itu lain perbuatannya. Menghakimi itu menentukan salah atau benar (guilty or not guilty). Menghukum itu menjatuhkan vonis (penjara, gantung, dsb termasuk rajam – dalam kondisi Yesus dan perempuan berzina).

        Penghakiman sudah dijatuhkan dan terbukti perempuan itu bersalah karena disebut ‘kedapatan’ alias ketahuan. Soal menghukum, nah ini jebakannya buat Yesus. Pembahasan ini ada dan panjang sekali, mengangkat soal tradisi hukum taurat Yahudi dan konteks pada jaman tersebut. Bisa di googling sendiri

        Pada akhirnya, Yesus tidak mengubah penghakiman bersalah atas perempuan itu. Ya karena memang dia kedapatan bersalah. Cuma penghukuman yang Dia hindarkan. Bahkan Yesus juga berpesan untuk bertobat. Jangan berbuat dosa lagi.

        Dengan pemaparan saya yang masih awam dan sederhana, mungkin bisa dipertimbangkan kalau akan mengutip ayat ini. Bukan berarti kita tidak boleh mengambil sikap atau menilai seseorang berdosa ketika memang terbukti mereka melakukan dosa. Tetapi teladan Yesus untuk mengasihi adalah dengan tidak ‘menghukum’. Secara sosial bisa berarti mengucilkan, menghina, dsb.

        Dalam konteks gereja, semua orang tentu harus dirangkul dan diterima oleh komunitas gereja. Namun, untuk ambil bagian dalam pelayanan mungkin harus ambil bagian belakang perkataan Yesus. Bahwa orang tersebut setidaknya bertobat dari kehidupan lamanya.

        Contoh, jangan LGBT deh. Pecandu narkoba saja, biar pemabuk juga dapet porsi dosa yang sama. Kalau dia bertobat, lalu masuk pelayanan itu bagus. Tapi kalau di tengah jalan ketahuan dia menggunakan lagi, tentu tidak bisa dipertahankan sebagai pelayan

        Lalu, bukankah ada ayat lain yang berkata untuk ‘jangan menghakimi?’. Nah, itu juga hanya sepenggal, perlu dibaca lanjutannya🙂

  28. Reblogged this on The tattoo of my life and commented:
    And here I am a sinner like you are. Nobody is perfect. The imperfection is what makes us human.

  29. Dear ko Ernest sebelumnya saya mau nanya koko yakin gereja itu bkn yg model “hadirilah dan banjirilah”?? soalnya sy jg pnh prg ke gereja yg lg firtu tp jemaatnya sibuk makan lomian (mang bebas n ibadahnya ad mejanya).Trus ad jg gereja yg WLnya gay yg free & wild sex tp enak2 aj penyembahan diatas mimbar. Bknnya sy ngajarin jgn ke gereja krn skrg banyakan yg ngawur tp jgn jadiin gereja, pendeta & manusia sbagai landasan iman ko. Pegangan kita mutlak firman Tuhan & gereja sesungguhnya tuh kita masing2 individu. Sy setuju jangan menghakimi & mengutuk LGBT krn itu hak Tuhan, tapi sebagai orang yg ngaku pengikut Kristus yah bagian kita mengingatkan jangan diperdalam dosanya, Tuhan masih mengasihi & masih sanggup mengubah hati mereka. Bknnya kita yg katanya garam dunia malah tolerir & ngemong2 dosa. Trus apa yah nyambung2in ke Love never fail??? Amnon & Tamar awalnya dibilang love tapi ujungnya true colornya ap? LUST & yg ngerubah hidupnya jg LUSTnya. Jd jgn apa2 lgs dikategoriin & dikamuflasekan ke Love. Kan ngaku sendiri kl LGBT itu dosa jd kira2 yg bertahta itu kasih atau roh percabulan di situ?.Tmn sy dokter counselor pasien HIV pnh ksh info ad pasien gaynya rata2 sehari bs 6x freesex dgn org yg berbeda, itu sebabnya mereka rentan sekali thdp HIV. Ini yg musti kita perhatikan krn skrg ini paham LGBT sedang gencar2nya disebarluaskan & kl kita ga ad pendirian yg tegas ini bisa jadi epidemic berbahaya buat generasi muda. Saya berdoa khususnya buat sodara2 seiman smoga IQ, pengetahuan, paham modernisasi kita tidak membuat kita bersandar pada pengertian kita sendiri apalagi mengTuhankan diri kita sendiri. Garam itu harus asin supaya bs asinin yg lain & yg terpenting jgn jd org yg suam2 nanti lama2 identitas kita hilang. Minta maaf yah kl pembahasannya agak keras tp ini resiko kita kl ngaku jd pengikut kristus. GBU all

    • terus kalau bukan gereja macam ini yg nampung, yg mana lagi? ini kadang yg selalu mengganjal dr hati saya sebagai org percaya. ada banyak gereja yg menjauhi org2 berdosa, lalu gimana org2 berdosa seperti saya mau merasakan kasih Tuhan? sedangkan saya dijauhi oleh sesama saya.
      jangan judge dulu gerejanya beginilah atau begitulah. toh seperti yg sudah diulang2 di atas, Yesus datang pun utk org berdosa, dan alangkah bagusnya kalau memang kita ga menjauhi SAUDARA2 kita yg katanya berdosa tersebut kan, jadi TUGAS KITA DAN GEREJA utk saling mengingatkan dan membantu agar mereka bisa hidup di jalan Tuhan.
      sekali lagi, kalau mungkin bukan gereja ini, gereja mana lagi? apa gereja anda mau bantu2 org seperti ini?

      *bukan bantuin gerejanya, cuma ngasih pendapat aja

      • Dear sis Eva, mang saya ad bilang kl LGBT dilarang ke gereja? yg ad sy bersyukur kl mereka msh sudi ke grj (kl ga percaya tuh di slh 1 postingan sis veronica diatas ad yg sy reply mengenai itu) yg saya tekankan itu sy menyayangkan sdr Ernest yg katanya kristen dr lahir tp kok imannya bgantung ama kata pendetanya. Sebesar apapun seorang pendeta, kita tetap pegangannya ma Tuhan melalui firmannya. Nih yah sbg contoh sy pernah liat lukisan sebuah gereja dimana org msk ke dalamnya pada berjatuhan ke jurang. Ini bs menimbulkan bnyk persepsi yg rancu tp maksud sesungguhnya ini sbg bentuk keprihatinan sang pelukis krn sekarang ini banyak sekali gereja dimana Tuhan sudah tidak lagi bertahta. Gereja itu dikatakan sbg rumah Tuhan tapi yg khotbah kan tetap manusia dengan sgl kepentingannya krn gereja semakin banyak jemaatnya jg semakin besar penghasilannya. Kalo yg nerimanya benar2 mengasihi & rindu akan pertobatan mereka, kalo mereka hanya dimanfaatin buat nambah jemaat & buat bikin keren image gerejanya? kan kasihan merekanya & kasihan jemaat yg laennya jd ngawur persepsinya. Jd jangan apa2 ditelan mentah2. Tuhan kan bilang jangan serupa dengan dunia ini jd yah hikmat kita dipake pas dengerin firtu jg ini bener mau Tuhan pa bkn. Tuhan itu kasih, tp jgn pukul rata kl kasih cm tolerir manja2in. Kasih itu jg teguran, spy org jgn makin terjerumus. Kita harus mengasihi tp bkn berarti kita meninggalkan identitas kita. Soal gereja sy terima pa kg, sy ga tau & ga peduli jg he3 krn paham gereja ga pnh jd pegangan sy. Kompas sy dlm hdp doa & firtu. Scara individu sy mengasihi mereka tp sy tidak akan pernah mendukung paham LGBT. Palagi dukung kampanyenya. Secara dosa2 yg laen aj (yg katanya sama ga ad dosa gede & kecil) ga ada yg dikampanyein buat dimengerti jg. Semoga ini lbh memperjelas maksud sy yah sis, Gbu.

    • Andai saja anda punya sumber counselor khusus para hetero mungkin lebih kaget lagi x ya dgn bagaimana gaya free sex mrk. Its not fair to judge people from what one’s experiences.btw dalam penanganan hiv counselor dan dokter itu dua bidang berbeda. Siapa yg rentan hiv dlm sex?=semua org yg melakukan sex beresiko apapun orientasinya.
      Siapa saja yg bisa kena hiv= seorang setia pun bisa tertular dr pasangannya bahkan bayi suci pun bisa terkena. Plz hapus dr pikiran anda bahwa hiv rentan pada gay seolah itu penyakit gay. Coba jalan ke batam atau papua dmn tingkat orang terinfeksi hiv sangat tinggi, cek orientasi mereka. Trims.

      • Dear sis Dewi, ngapain jauh2 sampai ke Batam ama Papua, tuh yg lg hangat2nya aj Kalijodoh. Itu heterosex kan umumnya? rentan HIV kah? sudah pasti. Kl ngomong soal prostitusi pernah lihat di TV mensos menceritakan pengalamannya di daerah2 jasa PSK diiklankan melalui poster di pohon bs short & long term. Yg lbh menyedihkan rata2 smua di bawah umur & harga keperawanan mereka hanya 50 ribu, kenapa mereka mau?? cuma hanya u beli pulsa!. Tapi saya ga mau bahas itu terlalu panjang lebar krn itu beda lapak sis. Dr awal kan lg bahasnya soal LGBT yah sy konsentrasikan kesana. Kalau yg kita bicarakan fakta jgn blg itu suatu penghakiman. Terus kenapa gay itu lebih ditekan dr dosa2 lain? yah kenapa juga harus dikampanyekan buat persamaan hak? Tidakkah anda sadar bahwa pahamnya itu yg sedang disebarluaskan. Buat sy kalo mengasihi itu dengan mendukung dosa mereka berarti sy ud gagal dlm mengasihi. Krn percuma sj tdk akan pertobatan jg yg akan terjadi. Gitu sis maksud sy, Gbu

      • Hi Sis febe,
        Kita bicara ttg kemanusiaan sesuai dgn undang2 bahwa semua manusia punya hak yg sama. Tp kalau sy teliti sepertinya yg mrk perjuangkan itu adalah anti diskriminasi. Sy kurang mengerti ttg paham yg anda maksud sedang disebar luaskan, sy juga kurang mengerti mengapa anda merasa sia2 mengasihi manusia yg menurut anda berdosa, sy tdk tau setinggi apa posisi anda sehingga org yg tdk melakukan kerugian apapun pada anda harus bertaubat, sy jg bingung mengapa anda menganggap dosa gay lebih di tekan dr dosa seorang begal yg membunuh misalnya, dan sejak kapan mengasihi org berarti mendukung dosa org tsb?aku yakin Tuhanku tdk akan menghukumku hanya krn aku mengasihi seorang manusia pendosa, krn sejatinya siapapun org yg kita cintai juga adalah pendosa. Bicara ttg pertaubatan, itu hanyalah antara pribadi dgn Tuhannya, krn baik mrk, anda dan saya juga pendosa. Mari kita saling mendoakan saja agar kita dan siapapun mrk diluar sana selalu berprilaku santun dan baik , saling menghormati perbedaan dan urusan pribadi orang, saling bermasyarakat dgn baik sehingga kita disayangi oleh Tuhan kita. Sy kuatir pendosa yg anda sebut justru ternyata adalah seorang dokter yg tulus mengabdi, seorang tentara yg membela negara, seorang waria yg sangat menyayangi ibunya, seorang enterpreneur yg memberi byk lapangan kerja, seorang penyanyi yg lagu2nya anda sukai, seorang aktor yg anda tonton filmnya, seorang atlit yg anda kagumi, seorang komedian yg telah membuat anda tertawa, dll nya.

        Sy bicara mengenai hiv diatas terkait dengan jawaban sy atas postingan anda mengenai cerita dr teman dokter anda. Sy tdk salah lapak.

        Saya merasa ada sesuatu yg missed dari persepsi anda ttg lgbt, lgbt yg anda lihat di tv adalah mrk yg sudah berani unjuk diri, tp faktanya lgbt yg hiding itu ada di sekitar kita, bahkan mungkin dlm keluarga kita sendiri, lgbt itu ada di setiap profesi, diujung dunia manapun ada lgbt, lgbt jg ada diantara org2 yg berpendidikan tinggi, lgbt juga ada diantara mrk dlm lingkungan agamis. Mungkin sj org yg selama ini anda hormati juga seorang lgbt. Intinya mereka adalah orang yg punya ketertarikan sex pada sejenisnya, itu doank, haruskah hak ketertarikan seorang harus mengganggu anda? Kita tdk diharuskan setuju atau mendukung cara hidup org kok, tp setidaknya mari berhenti mengatakan org pendosa seolah kita suci dan tdk membiarkan kebencian hidup dlm hati kita pada org yg tdk melakukan kejahatan apapun pada kita. Berat atau ringan dosa orang hanya Tuhan yg tau, bisa jd sy atau anda lebih berdosa dr seorang lgbt.

        Bedakan dengan “kejahatan” yg kita lihat di berita bahwa ada guru ngaji pria mencabuli murid prianya atau seperti 249 pastur boston amerika mencabuli ribuan murid pria selama kurun waktu 30 tahun.

        Setiap hari kita berdosa setiap hari pula kita bertaubat hingga Tuhan lelah melihat kita yg justru sibuk membicarakan dosa orang lain yg bahkan tidak mengganggu kita sama sekali. Salam.

      • Hi jg sis Dewi, Sy reply disini soalnya di postingan terakhir sis ga ad pilihan replynya. Sis paham yg sy maksud tuh pertama paham bahwa mereka terlahir dgn kromosom berbeda, itu kan sama sj dgn mengkambing hitamkan Tuhan (spt paham yg sy sebal skali yaitu kawin cerai itu mang sdh ditakdirkan Tuhan). Kedua mengatasnamakan cinta untuk membenarkan sgala tindakan mereka. Kl dr kasus heterosex kt ambil contoh kasus affair dgn org yg sdh berkeluarga. Pada saat jatuh cinta pertama kali terjadi itu bukanlah dosa krn kita tdk bs memilih dgn siapa kt jth cinta tapi pada saat kita memutuskan untuk mengambil suami atau istri org lain & merusak rmh tangga org tersebut dgn alasan cinta kita disitulah dosa terjadi. Lalu dlm kasus seorang pedofil yg penyimpangan perilaku sex jg, cinta thdp anak kcl bs dijadikan alasan mereka jg. Sama spt halnya homosexual yg sdh melakukan sex dgn sesama jenis, itu sdh menjadi dosa (meskipun buat sis itu hanya masalah preferensi). Lantas kl semua mengkampanyekan diri minta dimengerti & diterima tp aktifitasnya ttp jalan terus, waduh bs tambah liar dunia ini. Sy tdk pnh blg sia2 mengasihi, sy blg sy sdh gagal dlm mengasihi kl sy mengasihi tp tdk berani ambil resiko u memberitahukan mereka u tinggalkan dosanya krn memang Tuhan mengasihi semua individu tanpa pandang bulu tp bkn berarti Tuhan menerima dosa & senang dosanya jalan trs. Soal posisi sy, percayalah sis sy msh berpijak di bumi spt sis Dewi. Sy ga bakalan bs jg jd malaikat scara jd manusia yg baik & benar di hadapan Tuhan aj ud susah banget. Kenapa manusia itu merupakan ciptaan Tuhan plg mulia? krn spt sis blg stiap hr kita berdosa dan setiap hr pula kita bertobat, krn sedalam apapun kt terjerumus kt ttp punya keterikatan dgn pencipta kt yg bs mewarning kita melalui berbagai media. Spt ketika Tuhan disalibkan dgn 2 org penjahat disampingnya. Yg 1 mengakui Tuhan & sadar akan kesalahannya ketika ia meninggal ia mendapat tempat di sebelah Tuhan sdangkan yg 1 lg yg tdk mengalami pertobatan menuju tempat yg berbeda. Jadi jelas pertobatan itu penting, tidak peduli itu mengganggu, ada urusan atau tidak ma kehidupan sy. Memang sih kl dipikir2 ngapain jg sy panjang lebar capek2 ketik2 statement ini itu di forum ini (dgn sis Dewi aj ud ad 2 x reply nih) padahal sy bs enak2an EGP ma smuanya yg penting gua aman & nyaman. Simple aj sih krn sy concern dgn mereka. Jgn sis pikir yg concern itu cm yg pro trus buat yg kontra itu sbg bentuk gangguan. Kl soal mengasihi malah bs lbh mengasihi yg kontra jg (kl kontranya ngutukin itu ga msk itungan) Scara sy ambil resiko dideskreditkan ma sis ampe disangka org yg kekudusan ampe dipertanyakan posisi sy setinggi apa. Trus tenang sis sy ga tinggal di goa jd sy jg tau banyak sekali org lgbt yg berprestasi. Apalagi ampe bs bawa nama Indonesia harum di mata intl, sy bangga & kagum pk banget ma yg mdl berprestasi gt. Tp sy ttp tdk mendukung preferensinya yah sis. Ini penjelasan dr prinsip sy sis, kl prinsip kt berbedapun sy ttp berterima kasih krn sis mau sharing pendapat sis ma sy. Trus sy berterima kasih jg atas teguran sis u mengingatkan sy jgn sombong. Krn sesuai prinsip sy “Lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi”. Have a nice sunday & Gbu sis

    • His sis febe,
      Terima kasih sudah luangkan waktu sharing dgn saya. Saya mengerti sekali ini hanya sharing, mengenai pandangan dan pendapat masing2 tentu saja tdk bisa dipaksakan.
      Saya hanya sedikit terganggu dgn tulisan sis mengenai pedofil. Kita harus dapat pahami hubungan homosexual dilakukan oleh dua orang dewasa dengan kesadaran penuh, sama persis dgn hetero yg berhubungan badan dengan lawan jenisnya.
      Pedofil adalah kejahatan dikarenakan mereka menyakiti, merugikan dan menghancurkan masa depan anak kecil baik itu anak perempuan atau anak laki2. Hubungan sex antara dua Homosexual/lesbian dan hubungan sex antara dua heterosexual bukanlah kejahatan, tidak ada yg dirugikan kecuali yg dilakukan adalah pemerkosaan. Bagi saya, apa saja yg tidak merugikan orang lain bukanlah kejahatan. Dan org yg melakukan hal yg “tidak” merugikan orang lain meskipun “mungkin” itu berdosa biarlah itu menjadi urusannya dgn tuhannya. Mengenai kromosom itu sudah dibuktikan secara ilmiah, sy belum baca mendalam ttg itu, tp sy yakin sekali semua yg ada di dunia ini is for reason dan atas kehendak Tuhan, Tuhan akan sangat mudah mengambilnya jika dia mau, sy rasa tdk ada maksud mereka meng-kambing hitamkan Tuhannya, krn apabila demikian maka akan banyak sekali kasus lain yg berpotensi utk menyalahkan Tuhan.
      Saya dgn seribu org lainnya makan nasi dan sis hanya sendiri makan bubur tdk serta merta menjadi sebuah kelainan, ini hanya masalah selera yg tdk ada dari seribu org itu terganggu krn itu.
      Percayalah, dulu sy juga seperti sis, tp pengalaman mengubah pandangan sy ketika sy bertemu dgn seorang lesbian yg cara hidupnya jauh lebih mulia dr saya, dia seorang kristen taat,pintar, pendidikan tinggi,dia memakmurkan keluarganya dan dia melakukan hal yg sgt byk memberi mamfaat pada jutaan org indonesia.
      Sy pernah memberanikan diri menanyakan kegusaran sy akan orientasi nya, dia hanya mengatakan bahwa dia percaya Tuhan tidak akan memalingkan muka padanya hanya krn dia seorang lesbian, dia percaya Tuhan bijaksana bukan seperti manusia yg berpikir sempit. tp jikapun Tuhan memalingkan muka darinya dia akan terima krn setidaknya dia telah berusaha berjalan dimuka bumi dgn baik dan bermamfaat, dia menambahkan bahwa dia tdk akan mungkin mencapai semua yg dia miliki skrg bila dulunya dia tidak menerima dirinya berbeda, krn jika saja dia terus menggelisahkan atas ke-lesbiannya yg dia sendiri tdk tau mengapa ada, mungkin sudah sejak dulu dia defresi berakhir di rs jiwa atau bunuh diri.
      Haruskah seseorang itu di cap buruk atas hal pribadi yg dia lakukan dikamarnya sendiri hingga mengharuskan kita melupakan kasihnya, kontribusinya,prestasinya dan kebaikannya?
      Bagaimana jika teman lesbian sy diatas adalah kakak anda sendiri?

      Salam

  30. Terlepas dari agama dan kepercayaan apapun, menurut saya LGBT bukan sebuah pilihan, kalau memang itu sebuah pillihan, tidak ada yang mau memilih menjadi salah satunya, saya merasa begitu heran dengan orang-orang yang secara mayoritas menghakimi mereka hanya karena dasar agama dan kepercayaan kita…juga dengan pertanyaan seperti mana pacarnya? kapan menikah? kadang kita tidak menyadari pertanyaan sepele itu malahan membuat mereka tidak nyaman, semakin kita tidak bisa toleran dengan hal seperti itu, maka yang terjadi adalah tingkat bunuh diri bisa semakin meningkat, itu malah jadi dosa besar juga? Jadi pertanyaan nya lebih dosa LGBT nya apakah bunuh dirinya?

  31. LGBT??? dosa sudah pasti…Saya adalah seorang ibu, saya merasa kita sebagai umat kristen, memang tidak di ajarkan untuk menghakimi orang. Ke kawatiran saya adalah ketika LGBT itu di kumandangkan sebagai HAM dan di perbolehkan di negara kita ini. Apakah kita tidak kawatir bahwa Gay ,lesbi ,itu menular? dan kenyataan nya memang begitu. saya tidak peduli orang mau LGBT atau mau berbuat dosa di depan mata saya karena setiap orang berhak memilih hidup nya masing masing, tetapi yang saya tidak setuju itu menjadi sesuatu yang biasa dan seperti di anggap biasa oleh banyak orang. Seperti kita melihat orang menggunakan narkoba di depan kita, karena itu menyangkut HAM, maka kita santai saja dan membuat itu menjadi biasa..itulah yang sedang kita lihat akhir akhir ini. Saya punya teman Gay, dan saya berulang kali mengingatkan kepada nya mau seperti apa dia kedepan nya. Bukan karena saya sok suci, tetapi itulah yang menjadi ajaran agama saya yaitu kristen. Menjadi kristen itu tidak bisa hangat hangat. hanya ada 2 pilihan kalau tidak panas, maka dingin. Kalau tidak hitam maka putih. Tidak ada abu abu.Seharus nya kita merangkul mereka yang sudah datang ke gereja.Mereka yang gemulai bisa di sembuhkan dengan pendekatan. Harus nya pendeta pendeta kita sangat kawatir mengenai ini. Bukan mendiamkan mereka hidup seperti yang mereka inginkan. Banyak mereka yang tidak akan sadar akhir nya bahwa ini adalah dosa. ketika ini menjadi biasa dan semua orang menganggap bahwa ini di mengerti .Bukan kah ini yang terjadi di sodom dan gomora? ketika semua nya menganggap mereka melakukan dosa dan mereka menganggap dosa itu menjadi biasa. Tetapi apakah Tuhan lantas diam saja??? seharus nya kita juga menjadi orang yang memerangi ini agar ini menjadi tidak biasa? Apapun dosa, walau pun saya tidak lah suci juga, bukan berarti kita bisa menjadi orang yang bertolerir terhadap dosa tersebut. Seharus nya pendeta Ko ERNEST merangkul mereka dg cara mengajarkan kebenaran dan mengajarkan mereka ke pertobatan. Sedang kan saya bukan pendeta percaya pemulihan dan pertobatan bisa terjadi di dalam hidup orang yang salah, maka seharus nya PENDETA ko Ernest juga melakukan hal yang sama. Bukan malah membiarkan mereka

    • Hi Ibu,
      Lgbt juga dilahirkan oleh seorang ibu yg sedikitpun tdk terbersit dlm pikirannya bahwa anak yg dikandungnya itu akan menjadi salah satu dr lgbt. Byk lgbt juga lahir dr pasangan yg taat beribadah, sy yakin mungkin teman anda itu juga dilahirkan dr seorang ibu yg baik.
      Jika persepsi ibu dalam kristen hanya ada hitam dan putih, cobalah berempati, jikalau saja ternyata anda melahirkan anak lgbt apa yg akan anda lakukan? Oh sudah pasti anda akan menggiringnya ke jalan yg menurut anda benar bukan? Lalu apakah anda pikir seluruh lgbt tdk mau berjalan di jln yg menurut kita benar itu? Tentu saja mrk mau, tak satupun dr mrk yg tdk pernah mencoba utk sekuat tenaga menjadi org spt pada umumnya. Tp in the end Mrk terpaksa harus berdamai dgn hal itu sehingga dgn menerima keadaan itu mrk bisa belajar, bekerja dan mungkin bisa melakukan hal yg bermamfaat bagi org byk. Selebihnya bagi Mereka yg tdk berhasil berdamai dgn kondisi itu hidupnya justru seperti di neraka, merasa tidak diterima, merasa dianggap aneh oleh sesuatu yg dia sendiri tdk tau mengapa ada pada dirinya sehingga byk dr mrk akhirnya bunuh diri krn depresi atau sengaja dihilangkan oleh keluarganya sendiri, menyedihkan sekali. Seorang ibu tentunya akan sgt menyayangi dan membela anaknya terlepas dr apapun orientasi sex nya kan bu? Iya kan bu?

  32. setuju.. sikap saya kurang lebih sama kayak kamu, Ernest.
    Menurut agama saya yang namanya LGBT itu ya dosa. Tapi kita sebagai manusia ya mbok jangan mendiskriminasi manusia lain karena dia nggak sama kayak kita.
    Jangan-jangan kita merasa diri ini sudah suci karena nggak LGBT,…. padahal dosa yang lain bisa aja berjibun😦

    Sudahlah isu ini nggak usah diblow up lebih lagi,,
    Mereka (LGBT) sudah lelah “berperang” dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kita yang ga tau mereka kok mau nambah2in masalah mereka😦

  33. kayaknya di semua agama LGBT itu dosa.. dan memang kita harus merangkul mereka, membantu mereka menemukan jalan yg benak, tentunya dengan pendekatan yg baik…

  34. Ini murni pengalaman yang saya lihat dan dengar secara langsung. Dulu saya punya teman sd dia perempuan sdh terlihat beda dan mempunyai kelainan. Intinya dulu dia mencintai seorang cewek dan sempat berhubungan tapi cuma sementara. Efeknya dia galau. Dan jelek dia pernah mencabuli ank perempuan yang masih Sd Dan Smp. Dan itu ketawan oleh ortu sih korban. Dia masuk penjara.yang jadi permasalahan adalah bahayanya mereka terhadap anak kecil yang jadi korban oleh oknum sesama jenis. Memang tdk banyak pelaku seperti itu tapi sangat berbahaya untuk anak kita disaat kita sedang lengah dan tdk menyadari akan hal itu.! Saya sendiri sih lebih tdk setuju LGBT ada. Dan saya lebih ingin menjauh mereka untuk keselamatan anak saya nanti.

    • karena satu kasus jadi anda mencap semua lgbt demennya mencabuli anak2..sedangkan giliran heteroseksual yg mencabuli anak2..anda tidak mempermasalahkan orientasi seksualnya.. padahal bisa saja jumlahnya lebih banyak daripada yg lgbt.. dan setau saya lgbt dan pedofil dua hal yg berbeda deh.. coba diluasin dulu wawasannya ya..

  35. Reblogged this on Cheese Cake, Me and You! and commented:
    Penghakiman itu MUTLAK hak Tuhan. Kita manusia sama-sama punya dosa. Alangkah baiknya jika kita saling merangkul sesama ketimbang saling menebar kebencian.

    I reblogged this, so at least we can stop spreading hatred. Whatever the context is, still, love wins!

  36. pelayanan – pertobatan sesungguhnya = salah
    pelayanan + pertobatan sesungguhnya = benar

    pertobatan sesungguhnya = menyesal kan sikap dan gaya hidup sebelumnya yang bertentangan dengan Allah dan berbalik sepenuhnya dari sikap dan gaya hidup yang salah itu dengan mengikut jalan Allah. jatuh bangun adalah proses pemurnian manusia hingga akhirnya benar2 sempurna ketika bertemu Allah di surga

  37. Benci dosanya.. kasihi manusianya.. Tuhan Yesus memberkati..

  38. Saya setuju kalau kita tidak boleh menghakimi. Tapi saya sangat tidak setuju ketika orang2 latah sama #lovewins.

    Karena kita agree homoseksual itu dosa. Dan apapun yg terjadi kita tidak sepatutnya celebrating a sin. Ini akan bikin org beranggapan kalau itu bukan dosa. We don’t celebrate other sin like adultery, etc.

    Kalau orang tidak merasa itu berdosa, tidak akan ada pertobatan. Dan jangan merasa kl itu takdir untuk menjadi homoseksual. Bbrp org memang ada kecenderungan dibanding org lain, tapi Tuhan tidak memberikan pencobaan lebih dari yang bisa ditanggung kita. Jadi harusnya bisa berubah.

    • lovewins disini maksdnya adalah equality.. jadi apakah salah kalau lgbt cuma mau celebrate their love dan misalkan mau beli rumah bisa atas nama bersama, pasangannya sakit keras mereka diijinkan melihat karena bagian dari family. hak seperti ini yang diperjuangkan..

      Dan satu lagi, hanya karena agama mu melarang homoseksual (which i still can argue, but i will leave it like this) , bukan artinya hak dari seorang manusia dirampas.. dan perlu dicatat..cuma agama abrahamic yang menulis soal itu, hindu dan buddhist cenderung netral.

      Herannya, misalkan ada orang bertattoo di bible juga ditulis dosa lho..
      Leviticus 19:28 reads, “You shall not make any cuts in your body for the dead nor make any tattoo marks on yourselves: I am the Lord.”
      But no one make any fuss about it..talking about bias eh.

      • Beli rumah tuh pake uang dan NPWP lalu besuk orang sakit ikutin jam besuk RS bkn pk prasasti persamaan hak LGBT. Soal tatoan sy pribadi jijik ama yg namanya tatto tp ga ambil pusing ma orang yg tatoan, knp?? krn mereka tatto badannya sndiri, rasain sakitnya sndiri dan ga kampanye spy dimengertiin, diakuin dan sukur2 pada mau tattoan jg. Tp kl kampanye dan penyebarluasan paham gay itu berarti ad usaha mentolerir pahamnya jd bs ad penambahan anggota, persamaan hak spy bs diberkati di badan agama. Kl dibilang jiwanya sakit ga terima & kl dibilang yakinlah itu bs disembuhkan lgs bilang ga bs krn bawaan dr kromosom & Tuhan yg kodratin. Padahal Tuhan ciptainnya Adam dan Hawa bkn Adam ama Agan trus Hawa ama Chin. Ga mau terima kenyataan itu tp paksa org terima pahamnya sendiri. Oh yah sy jg ga tau what is your religion tp sebelum sy mengenal Tuhan Yesus sy terlahir di keluarga & jd budhist selama 20 tahun so jangan lebih luas yah bawa2 pahan agama lain. Krn dr awal forumnya dr sudut pandang seorang kristiani.

  39. Mereka (LGBT) itu “domba-domba” yang hilang sebenarnya. Perlu kita selamatkan bagi yg tahu kalo itu salah. Dan kita juga harus membentengi diri sendiri dgn ibadah biar kalau misalkan “domba-domba sesat(LGBT)” itu mau menyesatkan kita, kita punya fondasi yg kuat.

  40. Koh aku punya pertanyaan nih. Kalo kita nge-ship/mendukung idol kita yg gay/lesbi apakah kita juga berdosa?? Makasih koh jawabannya😉😉

  41. mellyana tanuwijaya

    setuju tapi tidak sepenuhnya setuju…zina,kikir, mencuri,fitnah bisa disebut dosa karna perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dipelajari manusia. tapi saya yakin tidak semua LGBT itu mempelajari untuk menjadi LGBT. banyak yang merasa memang sejak kecil sudah berbeda. bahkan sejak TK dan saya yakin dia tidak dengan sengaja atau terpaksa mempelajari hal tersebut. manusia tidak sepenuhnya hanya terbagi dua jenis kelamin. daerah abu2 sangat banyak. Tuhan yg menciptakan manusia, bila itu memang dosa, mengapa Tuhan menciptakan mereka yg sejak kecil memang sudah berbeda. ini sih sama saja mengatakan bahwa terlahir buta itu dosa. menurut saya, mereka hanya berbeda
    setuju bahwa mereka tidak hina. mereka cuma berbeda

  42. Koh!

    Lu gak cuman pinter bikin ketawa! Lu pinter kotbah juga yak!

    Can’t agree more. We all struggle with our dark sides. Berangkat dari otoritas kebenaran yang kita yakini, yes, dosa. Tapi tidak membuat kita lebih baik dari mereka. Intinya sama-sama perlu anugerah.

    Thumbs up! Hats off! Bro fist!

  43. Yang harus diberantas adalah dosa sex bebas nya akibat hubungan sesama jenis tersebut..dosa penggunaan obat2 narkotika yang merusak diri sendiri..dosa pernikahan sesama jenis (hina di mata Tuhan).. secara kecenderungan nya, biar itu menjadi salib masing2 diri sendiri yang harus d pikul..salam..

  44. Homo, lesbi, banci, itu semua adalah gangguan kejiwaan, penyakit, dan bisa ditularkan oleh gaya hidup. Silahkan rujuk buku2 text book, silahkan tanyakan ke psikiater, psikolog, dokter2. Jangan mau dibodohi propaganda bawah itu takdir Tuhan, sudah begitu sejak bayi, dll.
    Siapapun yang mau mendukung homo, lesbi, banci, maka pastikan kalian mendukung mereka agar segera sembuh, diobati, melawan gangguan jiwa tersebut. Bukan agar tambah parah penyakitnya, malah dipromosikan, dipropagandakan. Karena jika itu yang kalian lakukan, kalian sesungguhnya tidak paham apa yang sedang kalian dukung. Malah menjerumuskan mereka.
    Ingat baik-baik, ketika orang lain keberatan dengan homo, lesbi, banci, maka bukan berarti orang lain itu sedang diskriminasi. Tidak, dek. Tapi pertanyaan besarnya adalah: kalian mau sembuh? Atau kalian mau bebas-bebasan dengan penyakit tersebut, merasa tidak berdosa, terserah mau ngapain?

    • Mungkin anda yang mesti banyak membaca, tanya-tanya orang. Homosexuality, bisexuality dan ragam sexual orientation lainnya bukan mental disorder atau mental illness. Penyebabnya juga bukan hanya pengaruh dari orang lain. Ada yang lain kaya misalnya genetik. Coba cari tau dulu bedanya biological sex, gender dan sexual preference biar lebih ngerti. Tapi paling abis ini anda hanya akan bilang saya sudah kena propaganda.

  45. salam hormat, koh ernest…numpang menyimak diskusi..sy dari agama tetangga,..hehe..Islam.

    Salam damai..numpang lewat..permisi…

    NB: sy jg sering nonton stand up, koh Ernest…

  46. Kita mungkin tidak tahu, tidak menyadarinya, tapi ketahuilah: dua puluh-tiga puluh tahun terakhir, ada upaya besar-besaran untuk mengubah text book. Buku panduan. Ketika sesuatu tidak cocok lagi dengan modernitas, maka yang diubah adalah: buku panduannya.
    Homo, lesbi, dan sejenisnya, adalah salah-satu contohnya. Ketika paham2 kebebasan, hak asasi, dan semua modernitas lainnya muncul, maka buku panduan atas masalah ini dituntut habis2an agar diubah, diganti. Karena tidak cocok lagi.
    Kitab suci, adalah buku yang berbahaya sekali bagi modernitas. Kenapa? Karena manusia tidak bisa mengubahnya. Tapi di luar itu, bahkan organisasi raksasa seperti WHO, dan lembaga2 besar lainnya, bisa dipaksa untuk mengubah text book, menyesuaikan dengan tuntutan modernitas.
    Saya tidak akan tercengang, jika 10-20 tahun dari sekarang (bahkan sudah sejak 30 tahun lalu), jika semua orang percaya: homo, lesbi dsbgnya adalah hal yang sangat normal dan sehat. Tidak ada masalah dengan hal tersebut. Kenapa harus dipermasalahkan? Semua text book akan diganti, disesuaikan dengan realitas ini. Selesai. Jika masih ada yang berpendapat homo, lesbi itu adalah kelainan jiwa, maka mereka simpel tidak modern.
    Tapi ijinkan saya bertanya, dan silahkan dijawab dengan hati nurani kalian: apakah kalian merasa bahwa homo, lesbi itu adalah hal yang normal? Dalam lengang malam, saat kalian sendirian, tanyakan, apakah kalian merasa sungguh bahagia, sungguh yakin, bahwa itu adalah normal?
    Jika kalian memang yakin sekali itu normal, maka kenapa tidak 7 milyar orang di dunia sekalian saja jadi homo dan lesbian. Agar kalian bisa melihatnya dengan mata kepala: manusia punah karena kebodohannya sendiri.
    Silahkan ubah text book, silahkan ubah kategori, dll, tapi kalian tidak bisa mengubah hakikatnya. Pun, bahkan, kalian tidak bisa mengubah rasa tenang, damai, penerimaan, dalam hati sendiri. Hati nurani tidak pernah bisa ditipu.

    • "Love Never Fails"
      You conclude LGBT as it has no sin at all based on the phrase said 'love never fails'. Indeed, Love is never fails. But here's the case nowadays love itself is the word that the most Misused, Misquoted, Misunderstood & Misrepresented. Hollywood, Bollywood make million movies with this word as a theme. But love it's not always what you see on TV, am I right? When you said Love Never Fails well you know what? That's the point! I mean when it fails—-has misconception, it is no other than lust rather than love.

      "Love has no race"   "Love has no age"              "Love has no gender"
      Ok, this is absolutely true. I love my Chinese, Indonesian, African, Jamaican friend.
      I love my Parents, Uncle, Aunty, and Teachers who are far older than me.
      I love my both guy and girl bestfriends. But that doesn't mean I have to marry them. In this case we separate love in 4 types. Based on the book in 1960 by C.S. Lewis (The Four Loves)—one that comes from empathy bond (storge), one that comes from friend bond (philia), one that comes from erotic bond (eros) & one that comes from God's unconditional love (agape). Make sure you understand this, because not all love is the same. And LGBT barely couldn't be considered as love. It's more into Orientation. Sexual/Romantic orientation like heterosexual, homosexual, bisexual, pansexual, heteroromantic, homoromantic, biromantic, greyromantic, etc.

      Let's not talk about sin or religion. But when people bravely says MENTAL HEALTH IS an ISSUE NOT IDENTITY…. Why people couldn't see LGBT the same way? I am not homophobic… I have friends who happened to be gays and I love them whole heartly…. But I have this grief and longing to let them know the truth… They’re not their struggle…

      With compassion & blessing
      Lucy

  47. LGBT adalah Penyakit jiwa yang timbul dari ketidakpuasan hidup dan akhirnya melampaui batas fitrah manusia, kita jangan memusuhinya, tapi harus membantu menyembuhkannya..

    • Seberapa puas anda dalam hidup anda sehingga jiwa anda bisa sehat? Koruptor yg hetero tp ga juga berhenti mencuri krn ga puas2 juga sama donk, org yg ga puas2 nyinyir sama “kasur” org juga sakit jiwa donk, yg ga puas2 jd pencuri, penipu, penganiaya perempuan, pemerkosa, dengki dll sakit jiwa juga donk. walau tak satupun dari hal diatas yg sy sebut ada dlm jiwa anda tp selama anda tidak bisa menghargai suatu perbedaan yang tidak berpotensi merugikan orang lain jiwa anda juga ga sehat. Yg jiwanya sehat cuma nabi keles. Byk lgbt yg lebih berpendidikan, berpengaruh, lebih berkarir, lebih bermamfaat bagi byk org dan lebih kaya dari anda yg mustahil mereka capai kalau mereka dikonotasikan sakit. Semua orang sakit jiwa, tp ga semua orang gila, masih byk yg bisa mikir, bekerja dan berprestasi, semua, apapun orientasi seksualnya, kalau anda tidak setuju semua kita sakit jiwa then jgn claim lgbt sakit jiwa dimana banyak dr mrk justru lebih berhasil dr anda. Salam.

  48. I tried to walk very slowly, not to touch or harm anybody. Lol

    Hhmm.. di tulisan itu, sang pastur sangat sangat WOW deh hehhee..

    Di alkitab di katakan “…… Tidak akan masuk dalam kerajaan surga”.

    Lalu yg dilakukan sang pastur? Ia malah BARGING sama tuhan. Wtf?

    Jd intinya semua org yg berdosa dan MASIH dalam PERIODE melakukan hal2 tersebut datang ke gereja hanya untuk memuaskan kemunafikan mereka doang…. 😛

    Karena ayat yg dikutip sangat jelas mengatakan hal itu, BEDA dengan org bersalah DAN SUDAH melakukan pertobatan!

    Jadi ga ada hub nya swmua org melakukan dosa- yea benar!!
    Tapi harus tau dan sadar bagaimana caranya pulih bukan ikut TREND. 😂😂😂😂😂

    Numpang share opinion 😍

  49. Yohanes 8:7b (TB) “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

    • Kenapa ya semua org ga berhenti menggunakan ayat alkitab hanya u membenarkan seuatu topic tanpa melihat ayat2 lain yg terkait. Hufh

  50. gw baru pertama kali mampir kesini krn ada tmn yg share ini article di FB nya dan bikin gw prnasaran sm isinya.

    pertama gw ga nyangka klo yg nulis si cina yg ngeselin klo tampil di TV (padahal gw jg cina sih). hidup cina !! hehehe.. (ga maksud SARA)

    kedua gw jg mau share klo dunia kerja gw erat dgn entertainment dan pergaulan bebas. yes gw bekerja di bidang pariwisata dan perhotelan. dmn banyak tamu bahkan rekan sekerja yg gay & lesbong. dan berbeda dgn bidang lain, di dunia pariwisata hal tersebut adlh hal yg biasa bahkan temen gw kuliah dulu dalam satu angkatan ada 10org yg gay dan mrk mengakuinya tetapi org2 sekampus gw biasa aja tuh ga ada yg ngejauhin.

    ketiga menurut Firman Tuhan (menurut gw jg), dosa tetaplah dosa dan itu adalah kebenaran yg absolute ga bisa di ganggu gugat. untuk menanggulanginya org tersebut harus bertobat dan berubah. namun yg gw garis bawahi disini adalah, yg dibenci oleh Tuhan adalah dosa nya, bukan orangnya. bahkan Yesus jg disebut sbg “sahabat orang berdosa” tp Yesus tidak bersahabat dgn dosa. berbeda ya guys.

    keempat, jika kita memang ada kerinduan untuk menjangkau mereka2 yg jatuh kedalam dosa LGBT, pertama gw saranin utk minta petunjuk Tuhan apakah itu emank panggilan ato cm ambisi semata. lalu klo emank bener itu panggian, minta Tuhan utk beri kekuatan jgn andalkan kekuatan sendiri dgn segala pengetahuan yg kita punya yg ada nanti malah kita yg jatuh dl dosa kesombongan dan dosa penghakiman (sama hina nya loh dgn dosa LGBT), kemudian terus jaga hubungan pribadi dgn Tuhan biar kita “engeh” sm tuntunan Nya. lalu kita ga boleh males utk terus belajar baik ttg LGBT itu sndr : asal usul, penyebab, dampak, cara berkomunikasi dgn mrk, dll. klo lu males bljr, sama aja lu mencobai Tuhan.

    itu aja sih sharing dr gw, semoga menjadi berkat. dan fyi, udah ada sedikitnya 2org temen gw yg td ny gay sekarang udah bertobat meninggalkan dosa tsb (yg satu kristen yg satu lg muslim). klo lesbong sih jujur gw blm berani buat jangkau, krn rata2 tmn gw yg lesbong pd cantik2, ngeri gw nya yg ga tahan godaan. hahaha..

  51. Reblogged this on HariandiLion and commented:
    Keren🙂
    Mengambil sisi positif dari hal negatif!
    God bless u.

  52. Ada perkembangan, tapi baru setengah jalan🙂

    Barusan aja baca artikel lain yang lebih mateng pikirannya :
    https://islamreformis.wordpress.com/2015/08/17/6-argumentasi-tentang-gay-dan-lesbian/

  53. betul bang, gw adalah orang yang ingin mengubah pola pikir orang2 yang miskin hati, dan nuraninya, gw sangat apresiasi perkataan lu bang, gw , gw buka LGBT tapi gw adalah salah satu sahabat dari mereka. kereeenn bangggggggggggggg

  54. Semua manusia berdosa. Gak ada yg suci. Bukan bermaksud menghakimi, tapi Tuhan juga bilang “kalo kita melihat orang melakukan, lalu membiarkan dia tetap berbuat dosa maka kita pun ikut berdosa”.
    Sebagai sesama manusia berdosa kita gak boleh membenci mereka, tapi kita juga gak harus mendukung penyimpangan mereka.

  55. Saya suka dengan sikap si penulis yg ingin merangkul bukannya memisah2. Gini, menurut observasi saya, paham gay itu sebenernya tidak menular, klo memang pertama org itu straight trus jd gay/bi itu berarti memang dia ga sadar aja klo slama ini memang open ke jenis apapun. Jd klo anda yakin anda bukan gay ya jangan takut keikut. Beruntunglah org yg terlahir hetero karna di dunia ini mayoritas masih hetero. Coba klo suatu jaman nanti yg mayoritas penduduknya gay, apa mau nanti hetero juga di diskriminasi. Saya rasa faktor agama memegang pengaruh yg paling kuat dalam mendikte lgbt itu salah atau gak. Tp hrs ingat ga semua org punya agama, jd jangan kita paksaan paham kita ke org lain.

  56. Super sekali koko ernest🙂
    Menurut gw, seorang LGBT nggak pernah fi minta untuk dilahirkan seperti itu. Kalau bisa milih, mereka juga pasti lebih memilih menjadi seorang normal. Hidup dengan normal. Punya pasangan normal. bikin ortu happy. Nggak di pandang sebelah mata oleh masyarakat. Dan nggak tertekan secara psikis.

    Kita sebagai seorang yg beruntung. Seorang yg normal. Hendak nya merangkul mereka. Gw sangat2 setuju dengan gereja yg ikut merangkul dan menghargai mereka.

  57. Well, setuju sama ini artikel. Dengan kata lain, kita kalo gunting kuku kan yang kita potong kukunya, bukan jarinya. Sama halnya LGBT (Kalo di gereja gw ngomongnya LGBTIQ). Yang kita benci dosa LGBTnya bukan orangnya. Terkadang banyak orang yang benci sama yang LGBT. Padahal kalo kita benci orangnya, toh kita juga sama” berdosa kok. Thanks bro Ernest, gw bener” suka sama artikel ini, well termasuk bahan Stand Up lu juga sih. GBU bro

  58. Penjelasan yang sempurna #jempol #setujubanget 👍

  59. bukan pribadi orangny yg kt benci/hinakan tp orientasi seksual mereka yg wajib kt binasakan, bukan dgn jalan membunuh menyakiti badan/jasmaninya tp hancurkan jiwa/orientasi yg rusaknya..

  60. LG silakan ‘nikah’ di notaris? kenapa notaris? Karena nggak lebih mereka melakukan perikatan hukum. Nggak usah menuntut legalisasi ‘nikah’ karena nikah punya definisi yang nggak bisa dipenuhi pasangan LG.
    Ulama (pendeta, ustadz, dst) yang merasa mereka salah, jangkau mereka bukan mengecam mereka. Kalau mereka minta ‘dinikahkan’, diarahkan ke notaris aja.

  61. Tapi sebagian besar banyak yg menanggapi masalah relijius semacam ini. Sayangngnya some many people hanya melihat tanpa mendengar apa yg sebenarnya alam bicarakan. Maksud saya adalah kita semua kan terciptakan sama oleh tuhan kan? Apapun itu agama yg kita geluti t3tap ga akan ngubah cara pandang org akan org2 yg dianggap tidak wajar buat kita layaknya topik yg saya sempat komen hari ini. Padahal masih banyak daripada ini,…. saya jadi ingat, ada pastur yg pernah menyeramahi saya…kalau “TUHAN itu nggak melihat perbedaan warna yg kita dapat” ….hahahahha good luck buat s3muanya

  62. Menurut saya cerita diatas tdk sepenuhnya dpt diterima, konteksnya adalah “pengerja di gereja”, dlm pemahaman saya pendeta blg “pengerja bs siapa aja, smua org berdosa dan dosa bkn hy homoseksual, jd mari kita terima mrk sbg pelayan grj kr smua org berdosa” artinya pendeta mau terima pengerja yg kmrn baru bunuh org, yg tiap hari pakai narkoba, yg suka mukulin anaknya??? Saya rasa utk pengerja hrs benar2 hdp berkenan dihadapan Tuhan, dan mengalami pemulihan dari Tuhan. Tp utk jemaat kita tdk boleh menghakimi siapapun yg dtg dan justru hrs kita rangkul utk dipulihkan. & satu lagi cowok yg gesturnya kemayu blm tentu gay atau LGBT, byk yg gemulai tp nentang LGBT & menikah hidup kudus dihadapan Tuhan.. ☺

  63. Fransisca Sofjan

    Agree. Dosa ya dosa. Tidak sedang memperbandingan porsi dosa. Krn dosa ya dosa. Saya juga membawa dosa bawaan sejak lahir. Tapi seiring pertumbuhan iman.. saya harus mengeliminasi kompromi dosa.
    Yang sekarang diperdebatkan ttg LGBT adalah KOMPROMI DOSA.
    Saya menolak diLegalkannya LGBPT apapun alasan itu.
    Karena sama sj kita menolak perintah Tuhan untuk beranakcucu dan bertambah banyak.
    Saya tidak memandang rendah kemampuan LGBT.
    Tapi saya menolak legalisasi LGBT. Krn Dosa.

  64. Orang-orang ini ngeri. Gak bisa bedain orientasi seksual dengan perilaku seksual.
    Hanya karena orang itu LGBT bukan berarti dia free sex seenaknya.
    Tolong wawasan dilebarin dikit. Rugi lho punya hape canggih, kuota gak terbatas, otak gak mampu nyerap informasi begitu melimpah.
    Kalo kalian liat lagi ayat2 Alkitab, yang “dikutuk” itu perilaku seksualnya. Orientasi seksual gak pernah menjadi objek dosa gak dosa.
    Gini deh, Tuhan memang menciptakan pria dan wanita. Tapi tidak otomatis pria akan suka dengan wanita dan sebaliknya.
    Sampe di sini pasti banyak yg mencakmencak. Baca dulu pelan2 kaimat sebelomnya. Tidak otomatis orientasi seksual hetero. Toh nyatanyata ada manusia yg aseksual. Ada manusia yg biseksual. Ada yg karena pilihan, ada yg “udeh dari sononye”.
    If you guys happend to know Samuel Mulia, you’ll understand this. Dia salah satu kolomnis Kompas Minggu. Tulisannya selalu seger dan reflektif. He’s an opened Gay, buuut, he chose to asexual.
    Why, karena dia sadar perilaku seksual sejenis gak dibenarkan dalam agamanya. Sedangkan, dia gak bisa “on” kalo sama lawan jenis. Akhirnya, dia memilih tidak menyalurkan hasratnya dengan tidak berhubungan seksual.
    Whew, you see how (religious) gay people struggle for their ownself.
    So, please, don’t put any yoke on their neck. They already have some enough.

  65. Mungkin masalahnya bukan sekedar dosa atau LGBT nya, yang jadi persoalan adalah konsep pernikahan menurut saya. ehmm begini…jika kita bicara HAM yahhh sy setuju kita ga boleh langgar HAM juga terhadap kelompok LGBT, menjauhi apalagi memusuhi juga sy ga setuju apa urusanya sy harus memusuhi…hanya saja menurut saya yang menjadi persoalan adalah konsep nikahnya. Konsep pernikahan gereja atau rumah ibadah agama lainnya merupakan sesuatu yang berkaitan dengan iman, kekudusan,dll nah para pemercaya Tuhan dari kalangan agama mana saja pasti sangat berkeberatan jika para LGBT yang ingin hidup bersama kemudian melakukan ritual pernikahan ala atau dengan konsep agama yang jelas2 dan nyata2 meyakini bahwa perbuatan LGBT adalah merupakan hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan secara harafiah faham akan hal tersebut nyata ada tertulis. saya coba buat contoh sederhana saja…seorang peminum alkohol silahkan saja minum alkohol dimana saja asalkan tidak didalam rumah ibadah, bukan karena hal itu melanggar UU tetapi lebih kepada masalah 1. kepantasan 2. tidak pada tempatnya 3. itu rumah untuk orang beribadah agar hidupnya dapat disesuaikan dengan kehendak Tuhan dll…oleh karena itu usul saya carilah cara yang berbeda dengan konsep agama jika anda komunitas LGBT hendak hidup bersatu dengan yang di anggap pasangannya. Ketika kelompok LGBT dapat menemukan caranya sendiri dalam mempersatukan dirinya dengan yang dianggap pasangannya maka merekapun tidak juga menjadi orang yang melanggar HAM bagi kelompok lain yang berbeda keyakinannya.
    1 Korintus 6:9B-10 benar adanya semua orang yang melakukan hal tersebut tidak ada tempat bagi dirinya di sorga, tetapi mereka tidak meminta pemberkatan atau pengesahan agar meraka dapat melakukan perbuatan tersebut. Inilah menurut saya yang menjadi keanehan dan kekisruhan ketika LGBT menginginkan pemberkatan dalam pernikahan. kemudian jika tidak disetujui kelompok ini jangan juga mengatakan soal HAM, karena seorang pendetapun punya HAK untuk melakukan perintah Tuhannya untuk tidak memberkati para LGBT.

    jadi kesimpulan saya adalah…sama-samalah memahami HAM dengan benar dan terutama tidak memaksakan diri untuk turutserta melakukan pernikahan dengan konsep agama…anda tidak mau dilukai perasaannya, anda juga jangan melukai perasaan orang lain. sekian. Jbu all

  66. Sekolah di ypk? I think i know them..
    And nice blog, thx

  67. kalau baca-baca masalah ini, saya selalu menangis. kenapa aku hidup dlam keadaan seperti ini. Tidak tahukah kalian setelah aku mengetahui diriku seperti ini, tiada malamku tanpa bersedih dan menangis. Umur sudah 23 tahun, org tua selalu bertnya kpn bawa pacar, kenapa gak pernah pacaran, gmana mau nikah???. Selalu ada cara untuk mengelak pertanyaan2 itu. Tapi dimalam itu ingin rasanya saya mengakhiri hidup ini, saya sudah tidak tahan tiap hari tertekan batin seperti ini. Terkadang selalu terbenak ingin menjauhi Tuhan. Ttpi selalu tidak bisa, saya selalu ingat Tuhan. Setiap saya pergi ke Gereja, dalam hati saya menangis, Apakah aku pantas berada disini. Tuhan maafkan aku jika aku kerumah-Mu yg kudus ini. Tapi aku tahu Tuhan tidak membeda-bedakan umat-Nya.

    Aku selalu ingin berubah, tapi ntah kenapa tidak bisa. Semakin aku berubah justru disitulah aku merasa menderita.
    Seandainya didunia ini tidak ada cinta, pasti kami tidak menderita seperti ini.
    Aku sudah niatkan untuk tidak menikah selama aku hidup, tapi ada juga penghalangnya, Tuhan menginginkan kita untuk beranak cucu, belum lagi apa kata orang2 jika tidak menikah.
    Tapi aku sudah berjanji tidak akan melakukan perbuatan zinah itu. Karena sma aja dengan zinah yg dilakukan org hetero.

    Aku punya teman sama kayak aku, dia menikah terpaksa demi status sosial dan mencoba hidup normal bahagia. Tapi yang saya lihat justru penderitaan yg ada padanya, mereka lebih sering bertengkar meski sudah punya anak 1. Istrinya sudah tahu kalau dia gay, tapi dia masih tetap mempertahankan pernikahannya, Nah disini si istri juga tersiksa dan menderita juga karena Tuhan membenci juga perceraian. Ini juga dosa, jadi mau berpa dosa lagi yg harus kami lakukan..

    Trus aku mau hidup seperti apalagi, aku sangat takut, bantu aku untuk tidak takut. Bagaimana bisa aku menjalani hidup seperti ini.

    kalau kalian bilang ini penyakit, saya akan berusaha maksimal untuk mendapatkan obatnya berapupun harganya, apapun tantangannya.

    Jgn bilang penyakit kalau kalian sendiri tidak merasakannya. Saya sangat benci dengan org yg menyatakan ini penyakit biarpun dia pemuka agama sekalipun. Dengan gampangnya dia bisa blg bahwa itu penyakit.

    Buat yg lahir normal berbahagialah kalian bisa menjalani hidup selayaknya Tuhan inginkan, tapi ingat jangan sia-siakan itu semua dengan dosa-dosa yg kalian lakukan secara sadar.

    maaf kalau bertele-tele,
    #Tuhan jangan biarkan kami menangis terus.

  68. Setuju ko ernest, ada tertulis “jika mmg dia tidak mempunyai dosa silakan lempari wanita itu dengan batu#jd kl masih merasa pendosa paling tidak jgn menghakimi org lain#

  69. Sebenarnya artikel ini menarik. Tapi kalau boleh saya tambahkan poin yaitu tentang tidak menghakimi. Sebelum berani berkata “tidak boleh menghakimi” hendaknya kita juga punya sikap yang sama kuatnya untuk berkata “Penyuka sesama jenis itu dosa” bahkan harus berani mengatakannya. Karena kalau tidak, sikap tidak boleh menghakimi ini akan jadi bumerang ke nilai kita. Sudah saatnya anak Tuhan berani ngomong bahwa dosa adalah dosa! Tidak ada sikap tidak berani dalam mengatakan dosa adalah dosa. Jadi, crosscheck hatimu sebelum kau berkata “tidak boleh menghakimi”, apakah kau tegas sama dosa atau tidak!

  70. Saya ingin sekali mengaku pada org tua bahwa saya tdk normal, tapi saya takut akan konsekuensinya. Mungkin saja nanti saya diusir dipermalukan sma tetangga tetangga. Jujur saja saya dicap org sebagai org yg baik, dari tingkah laku juga tidak tampak bahwa saya ini gay, karna fisik dan tingkah laku sama seperti laki2 normal lainnya. Itulah kdg yg membuat sya merasa sedikt aman menjalani hidup ini. Tapi saya takut akan masa depan saya seiring bertambahnya usia semakin tua. Apa yg harus aku lakukan?? Saya merasa hidup kami ini serba salah, tidak ada benarnya, kalau tidak menikah tapi Tuhan menginginkan beranak cucu .kalau menikah si istri tersiksa dan menderita, Tuhan juga tidak menginginkan itu. bunuh diri Tuhan juga tidak menginginkan.

    Tolong jelaskan mau hidup seperti apa kami ini?
    Seandainya aku bisa memilih aku tidak mau lahir didunia ini.

    #Tuhan jawab doa-doa kami. Apa yang akan Engkau rencanakan dan sediakan buat kami kelak.
    Ampuni kami Tuhan, kuatkan kami untuk menjalani jalan hidup ini

  71. Sedikit memberikan pandangan tentang seseorang bernama Nic Vujicic (semoga saya tidak salah tulis nama). Semua tahu kisahnya. Tapi satu hal yang mau saya tekankan, dia terlahir cacat! Dia terlahir tanpa tangan dan kaki. Dan sampai matinya dia tidak akan punya kaki dan tangan! Sama! Ada orang yang terlahir cacat secara seksualitas! Tapi kembali ke pilihan, we all have choices. Ada yang terlahir cacat, tapi banyak dari mereka bisa membuktikan bahwa mereka bisa hidup normal sebagaimana orang lainnya.
    Apakah mereka melewati masa yang sulit? Ya mereka melewatinya, apakah mereka melewati hidup mereka dengan air mata? Ya mereka melewatinya. Tapi mereka berjuang dan banyak sekali yang berhasil! Kita semua melewati perjuangan yang sama dalam tampilan yang berbeda. Tapi kasih karuniaNya lebih dari cukup memampukan kita yang lemah ini untuk hidup dalam kekudusan dan sesuai kehendakNya, yaitu laki-laki sebagai laki-laki dan perempuan sebagai perempuan. Jika Dia sanggup bangkitkan orang mati, maka Dia sanggup sembuhkan kita dan jika Dia memilih tidak menyembuhkan kita, Dia akan berjalan bersama kita sehingga kita mampu hidup taat bersama Dia!

  72. Terlahir dengan “perbedaan” menyukai sesama jenis atau berprilaku tidak sebagaimana kodratnya, itu bukan dosa. Hal ini terjadi secara alamiah dan ini bisa dijelaskan dengan ilmu biologi. Teori tentang jumlah kromosom misalnya. Kalau boleh memilih, tidak ada yg mau terlahir dengan “perbedaan” seperti itu. Siapa yg tidak mau hidup normal? Tetapi, jika kita atau mereka yg terlahir dengan “perbedaan” itu namun mengajak, menarik, dan bahkan menjebak orang lain yg tidak memiliki “Perbedaan” seperti yg kita atau mereka miliki, itu baru dosa, atau lebih tepàtnya “berbuat dosa”.
    Dosa itu suatu “tindakan” konotatif, bukan sesuatu yg alamiah. Dosa atau berbuat dosa menjadi salah karena ada dua hal yg dirusak, pertama relasi kita dengan Tuhan, yg kedua adalah relasi kita dengan sesama (dalam hal ini saya lebih menekankan terhadap efek sosialnya, sebab rusaknya relasi kita dengan Tuhan karena berbuat dosa itu lebih internal – antara kita dengan Tuhan).
    Seperti mencuri – tindakan mencuri menjadi dosa atau salah karena hasil dari tindakan itu mempunyai efek sosial yg negatif, yaitu merugikan orang lain.
    Oleh Karena itu, menurut saya kita tidak bisa langsung menghakimi “mereka” itu berdosa (jika memang mereka terlahir demikian). Mau dibentuk gimana pun, mereka akan tetap begitu (ingat acara TV yg judulnya “Be a man”? ada salah satu dari waria yg ikut acara itu yg akhirnya berubah jadi laki2 pada umumnya?)
    Mereka kita bisa katakan berdosa jika mengajak, memaksa, atau menjebak orang yg tidak sama untuk menjadi sama seperti mereka.

  73. maaf jika saya salah, saya adalah orang awam dalam agama dan ilmu pengetahuan, tp saya sedikit punya pendapat untuk persoalan ini, saya melihat permasalan ini sangat segitu simpel dan jika kita cermati kita ini sedang di permainkan oleh yg berkepentingan , sehingga masalah ini d buat rumit, padahal sangat mudah.
    LGBT .
    jika menurut agama itu dosa maka segerakan lah ajak mereka untuk bertobat dan kembali ke jalan yg benar, sama halnya dengan dosa2 yg lain yg ada di dunia ini.
    jika menurut kedokteran itu adalah penyakit maka bantu mereka untuk sembuh dan kembali sehat seperti penyakit yg lainnya.
    bukan malah di bahas untuk di jadikan pembodohan kepada manusia, sehingga manusia terpenjara dalam banyak pendapat sehingga melupakan masalah yg sebenar nya (LGBT).
    jangan biarkan Manusia yg berdosa jd bertambah, dan jangan biarkan manusia yang sakit juga menyebar, segera kan luruskan jalan mereka atau sembuhkan mereka sehingga kita terhindar dari yg namanya LGBT

  74. Berbicara mengenai dosa…
    Terkadang orang yang pernah melakukan kesalahan/dosa, menyadari dan berusaha tidak mengulangi kesalahan tersebut…bahkan menasehati orang lain untuk tidak melakukan kesalahan/disa seperti yang pernah dia lakukan.
    Yang menjadi pertanyaan saya..apakah seorang “LGBT” bisa berpikir hal yang sama, berusaha tidak menjadi “LHBT” atau memberikan nasehat seseorang untuk tidak menjadi “LGBT”, karena itu dosa…

  75. saya takut orang banci bang ernest.
    kalo ada orang banci saya langsung kabur.
    kalo saya langsung kabur itu brarti memandang sebelah mata ?

  76. Org jadi marah sama orang yg dosanya beda dgn dosanya sendiri.kalo sama dosanya ya support deh

  77. Kta tidak boleh abu abu…suam suam kuku akan di muntah kan

  78. Menurut w kalau seorang LGBT ada di sebuah Gereja itu gak masalah tapi kalau dia sudah melayani itu yg patut dipertanyakan, karena seharusnya sebuah gereja membantu merubah karakter seseorang agar mereka bisa benar” tahu yang namanya hukum Kasih dalam alkitab, so w punya temen tadinya jg sama kaya gitu tapi pas dia masuk ke sebuah gereja dan banyak orang yg merangkul dia untuk berubah dan mengajarkan perinsip” Alkitab pasti dia akan berubah buktinya adalah dia dipakai Tuhan luar biasa untuk merangkul anak” muda

    Gbu

  79. Haloo.. ka Ernest! Bener sih apa yang dikatakan ka Ernest bahwa semua dosa itu sama saja, jika kita masih hidup didalam dosa apa saja, ya Firman Tuhan bilang tidak bisa masuk kedalam kerajaan Sorga. Tapi klo dalam kita memperlakukan dosa, menurut saya dosa itu berbeda-beda sama seperti penyakit, ada yang ringan bisa dan ada yang berat bisa menimbulkan kematian. Bisa gak menjawab pertanyaan saya KENAPA LGBT, Gila Sex, Narkoba, Miras, dan beberapa dosa sejenisnya, mereka yang terjerat kedalam situ susah untuk diterima masyarakat?Pertanyaannya mereka yang susah diterima or memang mereka yg susah masuk membaur dengan masyarakat? jika mereka susah membaur dengan masyarakat MENGAPA? Apakah hanya karena masyarakat yang menolak mereka or memang perilaku mereka yang mengganggu dimasyarakat?

    Saya pernah punya temen Gay 4 orang, 2 kya cwo dan 2 lg gemulai karena dulu pernah kerja di tempat penyiaran yang penyiarnya ada yang seperti itu. Saya berteman dengan mereka baik2 saja, saya juga punya temen pecandu narkoba yang akhirnya mati karena Over Dosis.

    BUKA MATA KALIAN!!! Teman saya yang kaya gitu susah sekali keluar dari dosanya, karena dosa seperti itu adalah dosa yang terikat. KALIAN MAU LGBT nanti menular ke anak cucu KALIAN??? Dan MEMANG MUDAH UNTUK MELEPASKAN TEMAN-TEMAN SEPERTI ITU DARI DOSANYA?? SAYA BUKANNYA MEMBENCI ORANGNYA TAPI SAYA BENCI DOSA SEPERTI ITU KARENA DOSA ITU AKAN DENGAN MUDAH MENARIK TEMAN@ KITA YANG TERKENANYA KEDALAM NERAKA.

    PENDETA YANG Ka Ernest ceritakan itu SUNGGU NAIFF!

    • Maaf, anda tentunya sangat pasti tidak mau anak cucu anda – yg dlm bhs anda “tertular lgbt” (capslock). Mungkin anda bisa bergaul lebih byk lg dgn lgbt sehingga bisa tau mrk terlahir dr keluarga yg bagaimana. Diluar itu Banyak sekali hetero bahkan terlahir dari pasangan yg salah satunya adalah lgbt krn di budaya kita ada keharusan menikah dgn lwn jenis. Sy percaya, tidak ada orang tua ingin melahirkan anak ke dunia ini sebagai lgbt, tidak mungkin pula para lgbt itu dilahirkan oleh pasangan lgbt juga kan ya, disamping itu bahkan banyak sekali lgbt juga dilahirkan dari orang tua yg rajin beribadah, tidak ada lgbt yg dilahirkan setan. Sekalipun begitu, namanya orang tua pastinya akan sangat menyayangi dan melindungi anaknya apapun orientasi sexual anaknya, indah bukan? Semoga anak cucu anda tidak ada yang ” tertular lgbt” sesuai dgn harapan anda, tapi apabila Tuhan berencana dan anda memiliki keturunan lgbt, sy tulus berdoa semoga anda tetap menyayangi dia, menerimanya, mencintainya tulus sehingga dia tak perlu kebingungan, stress atau bunuh diri hanya krn kedangkalan cara berpikir orang tuanya. Salam.

  80. Untuk kami, para kaum penggila K-pop. Hal semacam itu sudah sejak lama terjadi. Kebanyakan dari mereka (fans) malah dengan sangat tahu bahwa itu dosa. Yah, tapi itu urusan mereka, itu kesukaan mereka. Kami sering memberi nasihat dan berujung keributan. Daripada makin runyam, ya mending menyingkir.

  81. In share di FB ya..

  82. Setuju! JBU!

  83. We are all sinner. Itu benar. Bukannya membuat LGBT menjadi dosa utama, atau membenci orangnya. Bukan. Streotype manusia tentunya akan menjauhi hal yg buruk. ketika seseorang terlihat jelas mencuri atau ketahuan jelas berbohong maka secara otomatis manusia akan cenderung menjauhinya demikian halnya LGBT yang terlihat jelas. Bukannya menghakimi tapi jelas terlihat salah, bukannya menghina tapi memang sudah kelihatan hina. Jika seseorang kelihatan memerkosa, secara insting kita akan memberikan hukuman sebagai bentuk penghakiman atas kesalahannya bahkan menghinanya. LGBT dihina adalah konsekuensi dosa, banyak yg melakukan dosa tersembunyi krn tidak ingin dihina. Bbrp mungkin akan beralasan asal tidak dirugikan gpplah. Nonsense. Kenyataan LGBT justru semakin meluas dan mungkin suatu saat dampaknya akan kena ke lingkaran terdekatmu. People menjadi ignorant krn tidak tau cerita di balik layar. Saya pribadi jijik ketika seorang lelaki menyukai saya secara seksual krn saya lelaki normal. Saya jg punya teman2 LGBT, mereka sangat berharap penerimaan akan diri mrk, toleransi akan kesalahan mrk. Pd kesempatan tertentu saya mencoba meluruskan. Poinnya adalah saya tidak setuju dgn pelegalan LGBT tapi saya jg tidak setuju dgn bullying.

  84. gue setuju, kalo gue pribadi, gue sih gak mendukung untuk hal tersebut yah, tapi gue juga respect sama mereka sebagai sesama manusia. gue rasa sebenernya ga ada yang perlu di ributin. apalagi di indo nih lagi happening banget kan tentang lgbt. lah terus? urus aja hidup lo masing². kelar kan urusan? gak perlu lah ganggu hidup orang lain kalo idup lo gak mao di ganggu². se’simple itu aja koq.

  85. Bukan membenci orangnya/pelakunya.
    Namun dosanya yg kita perlu basmi.

    Kita megasihi mrk, kalau bukan kita yang mendoakan dan membimbing mrk utk melepaskan dosa tsb, siapa lagi …? .

    Namun, menyetujui dan melegalkan hubungan tersebutlah yang kita harus tantang habis-habisan.
    Karena sama saja memetraikan dosa sodom kembali, dimana imbalannya adalah api.

  86. Manteeepp neesstt… yg penting kerjain bagian masing-masing dr kita, klo urusan dosa semua orang jg berdosa tp biar Tuhan yg ambil bagiannya

    #respect ❤

  87. Saya juga berdosa dan saya sadar bahwa karena dosa saya ini saya tak berhak dan boleh menghakimi dosa orang lain. Biarlah dosa itu menjadi salib yang dipikul oleh masing masing insan yang manjalaninya.

  88. setuju, tapi saya kira ini bukan masalah dosa dan tidak, ini masalah UU, kita tahu ini dosa kenapa kita harus melegalkannya dalam sebuah UU ? bagaimana jika para pemabok, penjudi, juga meminta UU yang sama ? Pengakuan dan legalitas ? helooo… ?? masalahnya karena si pengidap LGBT minta perlindungan dalam bentuk UU, inilah masalahnya, bukan menuduh mereka pendosa loh atau menjadi hakim terhadapa mereka… ini dua hal yg berbeda… kita menolak UUnya bukan penderitanya…

  89. Ko saya minta maaf soal twettku tadi ditwitter

  90. Kalau diberi pekerjaan krn iba tdk bekerja lagi ya gak masalah… Toh kita pandang sbg sesama manusia. Sembari kita rangkul, doakan, dan kita ajari kebenaran pelan2. Nothing impossible. Salam kenal koh, nice blog. Gbu

  91. kita jg orang berdosa yang diselamatkan oleh Tuhan…betull…Tuhan juga mengasihi orang berdosa…betulll….tapi Tuhan sangat membenci dosa…menurut saya…orang2 yang terjangkit oleh LGBT alis perilaku hubungan tidak normal harus diterima oleh gereja, dalam arti dilayani sampai mereka tuntas terbebas dari dosa tersebut…barulah setelah itu bisa diajak untuk melayani entah menjadi usher kolektan apapun itu…asalkan mereka sudah benar-benar terbebas…kalau mereka masih belum terbebas dari dosa itu…seperti nya agak resiko utk ikutan melayani….tugas gereja adalah melayani mereka sampai mereka bertobat…sungguh – sungguh…

  92. Saya punya teman yg lgbt juga. 2 cowo dan 1 cewe tapi kami tetap bergaul sama mereka. Mereka pun tau itu dosa cuma merasa nyaman aja dengan posisi mereka sebagi lgbt. Mereka pun ingin berubah tapi naluri mereka sudah terjebak. Semua agama pasti menganggap itu dosa karena sudah menyalahi kodrat kita sebagai manusia beragama. Kita sering ingatin mereka buat tobat cuman konteks berbicara kita masih sebatas bercanda. Semoga mereka bertobat sebelum hari akhir. Semoga kita tetap dalam lindungan tuhan yang maha esa.

  93. sudut pandang yang menarik kak Ernest…! ok itu salah, tapi tetep janganlah jadi manusia yang paling merasa lebih enggak dosa drpd orng lain.🙂

    god bless u koh!

  94. Agreed, Ko. Sebagai sesama orang berdosa, kita gak berhak untuk menghakimi kaum LGBT. We have THE REAL JUDGE. Lagian kalau bisa memilih, mungkin mereka juga ingin terlahir normal dan tidak menyimpang. Itu pendapat saya sih, karena saya pribadi juga gak pernah merasakan berada di posisi atau menjadi mereka.

  95. Bro ernest,good said..
    Setuju kita ga bsa menghakimi dosa org lain,karena kita pun org berdosa, “siapa yg tidak berdosa silahkan melemparkan batu pertama untuk perempuan ini,dan tidak ada yg melempar”.

    Tapi sebagai manusia yg di berikan kesempatan hidup di dunia ini,baiknya kita memikirkan dunia yg indah ini juga dan menjaganya. Apakah bila LGBT terus dn semakin meluas, apakah keseimbangan akan di dunia ini akan terus terjaga. Dgn berkurangnya prokreasi pada pasangan (bikin anak dan punya anak), apakah dunia ini akan menjadi baik atau tidak. Jgn hanya pikirkan dunia mu untuk saat ini saja. Tp pikirkan lah untuk masa depan jangan egois kawan kalau ada yg mengatakan ini akan baik2 saja coba jabarkan.

    Saya tidak memusuhi dan tidak menghakimi, tp saya menolak LGBT , dan kalau bsa ikutbuntuk mncegahnya,tentunya dgn cara yg benar. Salam.🙂

  96. “Siapa yang tidak berdosa boleh melempar batu terlebih dulu” . Kebanyakan orang Indonesia terlalu sibuk ngurusin orang tapi gak sadar diri. Ijin reblog masbro..

  97. Reblogged this on VERIDICI and commented:
    Well said

  98. Vinsensius yudhi

    Hmm….rumit…lingkaran setan…
    Dimakan salah ngak dimakan salah…..

  99. LGBT=Lelaki Ganteng Bininya Tiga
    😂

  100. Sy krg setuju utk poin utamanya.. mngkn gereja ada utk mereka dlm posisi membantu mereka utk sembuh dari homo/lesbi..cz homo/lesbi adl penyakit.. bkn utk pembenaran diri bhwa homo/lesbi itu benar adanya n qt hrs menerima.. menurut saya qt menerima mereka utk sembuh dari sakitnya,,mngkn itu lbh bijak..apalagi sampe ada gereja yg mengesahkan pernikahan sejenis,,itu sdh sangat salah.. n itu kerjaan iblis d akhir jaman.. membenarkan sesuatu yg salah mjd benar menggunakan nama tuhan..

  101. Sy krg setuju utk poin utamanya.. mngkn gereja ada utk mereka dlm posisi membantu mereka utk sembuh dari homo/lesbi..cz homo/lesbi adl penyakit.. bkn utk pembenaran diri bhwa homo/lesbi itu benar adanya n qt hrs menerima.. menurut saya qt menerima mereka utk sembuh dari sakitnya,,mngkn itu lbh bijak..apalagi sampe ada gereja yg mengesahkan pernikahan sejenis,,itu sdh sangat salah.. n itu kerjaan iblis d akhir jaman.. membenarkan sesuatu yg salah mjd benar menggunakan nama tuhan.. jadi qt ank2 Tuhan hrs semakin waspada d akhir jaman utk kerjaan baik si iblis.. Gbu

  102. Setuju ko’
    Hanya Permasalhnnya sekarang adalah “para pelaku” lgbt ini malah berfikir kalau moment sperti ini adalah kesempatan mereka buat mengeksis kan diri. Bukannya malah berfikir untuk sadar.
    Jangan smpai Indonesia bernasib sma dengan amerika dll yg me legal kan lgbt

    Apalgi skrng sudh banyak sekali kasus pelecehan terjadi , bahkan kalangan selebritis negri ini jg trkena virus lgbt.

    Sekarng bukan hanya wanita yang takut akan pelecean seksual, kita para lelaki pun was was di buat nya😀

    Menurut saya pemuka pemuka agama wajib turun tangan menangani masalah ini. Dan kita masyarakat umum wajib mendampingi
    Apabila ada teman,kawan,sobat, yang kiranya terliba . Tak ada salahnya kita mengingatkan.

  103. Itu yg gue maksud ‘open mind’, persis kaya tulisan diatas. jelas bgt LGBT itu penyimpangan, tp kita juga gabisa ngata2in orang kaya gitu, apalagi mengucilkan, dpt dosa juga kita akhirnya nanti. Tapi suka kesel aja sama orang yg bilang ‘udah 2016 kali, masih aja anti LGBT, gak open mind lo, norak’. Wtf…..

  104. Ini link yang bagus sekali dari anak2 Tuhan di Inggris yg mempunyai orientasi seksual terhadap sesama jenis (Same-Sex Attraction) tetapi tetap memutuskan ikut Yesus. Maap kalo bahasanya english padahal saya cuma english Jowo. Semoga jadi berkat. Salam.

    http://www.livingout.org/who-we-are

  105. Apapun orientasi sexual anda, Mari menjadi pendosa diantara pendosa yg berbuat baik pada sesama, santun dan giat belajar, menjadi bermamfaat buat banyak orang, sayang keluarga dan tdk melakukan provokasi pada sesama, tidak menipu, tdk mencuri, tdk memperkosa, tdk kasar pada org tua dan org lain. Tuhan ku dan Tuhan mu pasti sangatlah penyayang dan bijaksana, Dialah hakim yg adil. Kita semua bersaudara, walau selera berbeda-beda. seharusnyalah hidup ini indah. Salam

  106. Saat nya untuk berhenti men_GENERALISASI_kan semua hal… misal nya:

    * LGBT ialah sodomi, pedofil, sakit jiwa? Nyata nya tidak semua nya begitu.. banyak dari mereka ialah orang yang baik, dan ada yang secara sadar memang memilih jalan hidup mereka seperti itu
    * Islam ialah teroris ? atau yang mempunyai nama Islam bawa ransel dikira bawa bom?
    * Negro/Kulit Hitam ialah gangster?
    * Yahudi itu licik?

    we fight all the time to show peoples truly who we are…

  107. Saya setuju dgn pndapat anda, sdri josephine. Cinta tdk pernah salah. Semua hal yg dasarnya cinta kasih pasti baik dan Semua hal yg baik pasti direstui Tuhan.
    Masalah dosa atau tidak, itu hak prerogative Tuhan. Biar beliau yg menentukan nasib kita di akhirat. Yg penting kita selalu berusaha untuk tidak menzalimi orang lain, berusaha untuk tidak menghakimi orang lain, selalu berbuat baik, tdk menyakiti /melukai sesama mahluk hidup

  108. Well said. Love where you’re coming from. Thanks.

  109. panjangan komen daripada tulisannya hahaha

  110. Ernest,

    Sikap anda ambigu.
    Satu sisi anda bilang jangan menghakimi.

    Disisilain anda menghakimi. Baca pragrap awal ini.
    Ketika SD, saya punya seorang teman. Namanya Daniel.

    Daniel adalah seorang anak laki-laki yang berbeda. Saat kita terkena demam Street Fighter dan bermain berantem-beranteman di jam istirahat, saat saya dan teman-teman sibuk menjadi Ken, Ryu atau Blanka, Daniel lebih senang memutarkan badannya lalu berpura-pura berubah menjadi Wonder Woman. Gerak-gerik Daniel begitu gemulai, persis perempuan pada umumnya.

    Ketika SMP, saya punya seorang kawan lain. Namanya Richard.

    Richard tidak pernah mau bermain basket atau sepakbola bersama kami. Ia lebih gembira ketawa-ketiwi genit bersama anak-anak perempuan. Disaat anak-anak laki-laki lain ingin disebut “ganteng” atau “keren”, Richard lebih bahagia dilabeli “cantik”.

    Apakah hanya karena temanmu itu tak suka Street fighter lalu anda melebeli macam2?.

    Apa defenisi menghakimi.
    Menjustice perilaku seseorang itu sudah mwnghakimi, seperti tulisanmu ini. Judulnya saja sudah menghakimi.
    Dosa itu urusan Tuhan, bukan urusan manusia.

    Melawak dengan cerita cerita bohong itu dosa ngga?,
    Jawabnya, hanya tuhan yang tahu.

  111. Benci sama dosanya, bukan orang nya!
    Hate the sin, not the sinner!

  112. Reblogged this on OLD STORY and commented:
    Nice thought from Ko Ernest..
    Stay cool and put God first ya, Ko 😊

  113. Saya LGBT…. yang tertutup..
    berat hati saya untuk menulis di comment blog ini, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi..

    Selama ini saya hidup tenang dan menjalani hidup saya dengan baik, belajar, mencari nafkah halah dll… sama dengan orang pada umum nya..
    sebelum isu LBGT diangkat, kemana pun saya pergi, mungkin ada orang memandang and wondering… “ini cewe atau cowo ya,,?” saya tidak terlalu ambil pusing.
    Setelah isu ini di angkat, perasaan saya ketika ke tempat ramai, saya gelisah… tidak nyaman.. apakah saya akan dilarang masuk ? apakah saya akan di hina di depan umum..? apakah..? apakah..? apakah..? lalu saya memutus kan untuk pergi ke tempat yang lebih sepi..

    Ada perasaan marah, terhadap orang yang menyebarkan isu LGBT tidak benar, pornografi dll… siapa yang bertanggung jawab? sudah di usut? apa itu cuma provokasi? pengalihan isu? saya tidak seperti mereka.. dan masih banyak teman2 baik yang lain.. dan kami khawatir..

    ilmu itu seluas samudra, bahkan lebih.. banyak yang meng klaim mereka “pakar” “ahli”, pdhl ilmu nya mungkin hanya seujung kuku..

    tidak ada satu pun orang ahli, pakar, yang mengerti apa itu LGBT, kecuali mereka mengalami nya sendiri..

    Jangan dikira orang LGBT tidak berjuang untuk menjadi “orang kebanyakan”, it’s so so hard..

    Pada akhir nya, saya memilih untuk bahagia dan nyaman.. karena ketika orang lain atau pun keluarga saya yang memilih jalan hidup saya… dan ketika saya tidak bahagia.. siapa yang mau bertanggung jawab atas penderitaan saya…? tidak ada..

    Saya pasrah, biarlah Tuhan yang menghukum saya, sesuai ketentuan Nya.

    Jika anda mau bertanya, kehidupan LGBT? saya akan menjawab, dengan catatan, harus santun..

    Terima Kasih

  114. Kita sibuk berdebat apakah LGBT itu gangguan jiwa atau bukan? Normal atau tidak? Kelompok yang pro-LGBT menggunakan argumen dan basis keyakinan yang mendukung pendapatnya sendiri, demikian sebaliknya yang anti-LGBT. Yang memuakkan adalah saat kategorisasi itu dipaksakan. Mengapa kelompok pro-LGBT begitu ngotot memaksa orang yang mengatakan mereka ‘tidak normal’ untuk menganggap mereka ‘normal’? Mengapa yang anti-LGBT begitu sibuk memaksa kelompok LGBT agar sadar bahwa mereka ‘tidak normal’ dan kalau ingin ‘normal’ harus mengikuti standard-standard yang dibuat oleh kelompok anti-LGBT itu? Rasanya inilah akar masalahnya.
    Saya melihat dua kelompok yang sama-sama ngotot dan tidak mau kalah. Keduanya ingin melenyapkan kategori dan membuat dunia jadi seragam. Tapi kita tahu itu tak mungkin terjadi. Buat para pembela LGBT, berhentilah melihat kelompok yang tidak suka dan tidak setuju pada kalian sebagai kelompok yang kolot, jumud, konservatif, anti-HAM, dan seterusnya. Kalian tak bisa memaksakan kategorisasi versi kalian kepada orang lain, apalagi jika orang lain itu lebih banyak. Bagi yang anti-LGBT, berhentilah membuat semuanya makin keruh dan runyam, fokuslah pada yang lain, tak usah membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya kecil–atau nanti kalian akan menyesal jika menyadari bahwa kalianlah yang turut serta membesarkan semua ini, meluaskan daya jangkaunya, menambah gaungnya.
    Saya sendiri memandang LGBT sebagai sesuatu yang salah. Saya berpijak dan berpegang pada ajaran yang saya yakini, yang mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Jika Anda merasa punya pemahaman lain, Anda tak bisa memaksakan tafsir itu kepada saya. Sebutlah saya apa saja: konvensional, anti-liberal, atau apa saja. Tidak apa-apa, sebab saya sudah punya kategorisasi tersendiri dalam hidup saya dan saya bahagia memilikinya.
    Jika Anda pro-LGBT, saya tak mau risau dengan pilihan Anda, sebab pasti Anda juga sudah punya pemahaman dan basis pengetahuan tertentu untuk mempertahankan posisi Anda. Tentu saja, saya menghargai hak-hak Anda sebagai manusia, saya akan turut membela hak-hak Anda sebagai warga negara. Itu saja.
    Barangkali kita memang harus menerima bahwa segala sesuatu tak mungkin diseragamkan sesuai dengan apa yang kita pikirkan atau inginkan, bukan? Dan segala sesuatu tak bisa begitu saja dikategorisasi berdasarkan kehendak kita saja!
    Kembalilah pada kategori masing-masing. Jangan memaksa. Sisanya urusan dan tanggung jawab masing-masing.

  115. Menurut agama saya LGBT juga dosa, tapi saya tidak ingin menghakimi para LGBT karna itu merupakan orientasi mereka. Bukankah, belum tentu juga dosa kita tidak lebih besar dari mereka? Di sekolah saya juga ada seorang adik kelas yang LGBT, tapi saya tetap berteman dengannya. Untuk apa memusuhi mereka? Apa kita sudah merasa y

  116. Menurut agama saya LGBT juga dosa, tapi saya tidak ingin menghakimi para LGBT karna itu merupakan orientasi mereka. Bukankah, belum tentu juga dosa kita tidak lebih besar dari mereka? Di sekolah saya juga ada seorang adik kelas yang LGBT, tapi saya tetap berteman dengannya. Untuk apa memusuhi mereka? Apa kita sudah merasa yang paling suci? Berkacalah sebelum men-judge mereka.

  117. Kasihi orangnya sebagaimana Allah mengasihi kita. Tapi, Firman Tuhan mencatat bagaimana tentang Sodom dan Gomora

  118. Setuju 100% ama statement nya ernest
    LGBT emang sebuah dosa, sama seperti dosa berbohong, mencuri, memfitnah, dsb
    Tapi ketika isu ini merebak, kenapa kita semua jadi seseorang yang “suci”, yang menjudge bahwa LGBT itu kasta manusia paling hina?
    Kita ini semua sama-sama manusia berdosa. Kita gak berhak menjudge LGBT lebih hina, paling berdosa diantara semua dosa…
    Tuhan Yesus pun datang ke manusia berdosa, tidak untuk menghakimi mereka, tetapi untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar
    Jadi, kita sebagai anak-anak Tuhan kenapa gak melakukan hal yang sama?

  119. Koh, kalo alasan LGBT untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan taat kepada tuhan gimana koh? Saya pernah baca di suatu surat kabar, artis tanah air Do*ce melakukan transgender tapi merasa lebih dekat dengan tuhan ketika telah berubah? Soalnya ini bahaya kalo dibiarkan samar-samar🙂

  120. LGBT tetap dosa, kita nge-judge atau tidak, itu tidak masalah, karena yg benar dan normal itu tetap benar, biar mereka yg salah sadar, kalau itu salah , dan tidak membiarkan srigala berbulu domba masuk ke dalam gereja dan menyebarkan paham LGBT… Bahkan Tuhan sendiri membumi hanguskan sodomo dan gomora dan Tuhan Allah hanya bisa menyelamatkan Lot tetapi tidak istri nya (kejadian 19), karena itu jangan lah bermain api dengan sesuatu yang salah dan tidak bener menurut alkitab…dan jangan sampe kota sodomo dan gomora ada lagi di jaman modern ini, karena pasti Tuhan Allah akan memusnakan nya lagi…..pesan untuk ernest prakasa (pemilik blog ini) perbesar iman dan baca injil karena lingkungan anda seperti kisah LOT, tetap lah setia dengan Tuhan Allah.

  121. LGBT. Kasus yg gue pernah tau malahan cukup unik. Temen gue, cowok. Dia kemayu & emang suka sama cowok2 maskulin. Tapi dia sadar itu bukan hal yg baik. Jadi dia malah 10x lebih aktif mencari wanita daripada pria2 lain. Bahkan terlihat jd playboy tp kemayu. Akhirnya dia ketemu sm perempuan yg kepribadiannya itu emang tegas bahkan bisa dibilang agak macho. And their married now. Jadi kalo lesbian, gay mau dibilang bawaan kromosom pun, itu bisa diubah oleh mindset orangnya & kebiasaan yg dia terapkan. Kayak kita waktu baru lahir, kan ga langsung pinter, padahal ada gen atau keturunan berotak cerdas. Jadi apapun itu, kalo dibiasakan ya akan jd kebiasaan. Termasuk perilaku suka sesama jenis atau bertingkah seperti yg bukan gender nya. Yang mesti kita inget 1, Tuhan ciptakan manusia, laki-laki & perempuan, dan diciptakanNya mereka berpasang-pasangan, Laki-laki & Perempuan. Kalo gue lahirnya perempuan ya jodoh gue lakik. Meskipun gue tau lakik itu hampir semuanya brengsek. Tinggal cari yg brengseknya bisa gue tolerir. Itu aja.
    Lesbian & Gay bisa kok jadi ga Lesbian & Gay lagi, asal mau ubah mindset dan berani memulai mencintai lawan jenisnya.

  122. Jangan samakan gay dengan tendensi same sex atttaction. Tendensi yang mereka miliki tidak selalu menjadikan mereka hidup tidak kudus. Kekudusan menjadi tantangan setiap orang. Jangan judge orang dengan ketertarikan sesama jenis akan hidup layaknya kaum LGBT, ingin menikah, sex bebas, dll dan menjadikan mereka tidak layak di gereja. Mereka memiliki salib yang orang-orang “normal” lain tidak mengerti. Kagum sama Ernest, good job to bring this up!

  123. Monggo dibaca. Yuk temen2 yg Kristen atau agama lain, budayakan mencari informasi yg benar dan baca yg teliti agar kita gak debat kusir & saling menghakimi.

    http://www.livingout.org/arent-we-just-picking-which-bits-of-the-old-testament-law-apply-today

  124. Yes saya setuju, sesama manusia tidaklah boleh saling menghinakan mahluk hidup lain, dari segi atau faktor apapun, agama, ras, dll.

    Pertanyaanya mengapa LGBT menjadi ramai di Indonesia ? apakah sudah terdiskriminasinya ? atau sudah tidak adilnya negara kita terhadap mereka ?

    bagai mana dengan anak-anak jalanan yang di paksa orag tuanya untuk bekerja ,di rampas dunia bermainya ? padahal mereka di lindungi negara..

    dan kita semua tutup mata ?

  125. Super sekali koh, kita sama2 memikul salib kita masing2 karna kita semua adl org berdosa.

  126. Kisah memilukan terungkap di Australia di mana satu pasangan gay membeli bayi laki-laki di Rusia pada 2005 dan membesarkannya hanya untuk menjadi obyek seks mereka berdua.

    Kemudian terungkap pula bahwa pasangan itu ternyata mengkomersilkan anak angkatnya, karena sejumlah pria lain juga menjadikan anak itu sebagai pemuas seks, seperti terungkap dalam bukti-bukti foto dan video si bocah.

    http://www.beritasatu.com/dunia/123544-bocah-adopsi-jadi-korban-dua-ayah-gay-sejak-bayi.html monggo dibaca, kalo yang begini ini gmn?

    • Dear John, ya sudah jelas itu kriminal dan perlu di tindak, tetapi tetap… tidak semua nya begitu.. #NOGENERALISASI

      • Kenapa harus ditindaK , kalo pelaku bilang dia sejak lahir menyukai sesama jenis, mau anak-anak atau dewasa,.. dan sejak lahir juga dia mengaku sudah dikarunia tuhan kalo nanti dia menikah dengan sesama jenisnya untuk mengangkat anak dan berbagi anaknya dengan yang lain…karna dia mengaku kalo Tuhan sudah menyiapkan seorang anak untuk mereka berdua..

      • Ko kenapa sih…? yg ditindak itu krn menjadikan anak obyek seks, tapi kalo hubungan dewasa, dengan sadar, suka sama suka itu bukan kriminal, walaupun itu dosa. why become LGBT, itu kompleks… bkn hanya gen, sosial, agama, bla bla bla bla… banyak

        kategori lain… “seorang ibu tiri menyiksa/membunuh anak dari suami baru nya”… apakah berarti semua ibu tiri itu jahat…?

        kategori lain… “seorang ayah memperkosa anak kandung nya sendiri”… apakah berarti semua ayah tukang perkosa…?

        kategori lain… “polisi meminta jatah kepada preman setempat”… apakah semua polisi minta jatah dan tidak ada yang jujur…?

        perlu kategori lain?

  127. Daripada kita saling menyalahkan… kita ikuti saja apa yg Yesus katakan kepada murid-muridNya… Yoh 9;1-4.

  128. Saya pribadi setuju untuk tidak menghakimi serta menghujat mereka. But sorry for saying this, saya tidak setuju dgn adanya legalitas perkawinan sesama jenis. Apa lg kalau sampai didukung oleh pemuka agama. Jelas homoseksual itu dosa. Maka apakah kita setuju untuk melegalkan sebuah dosa?

  129. Ernest Prakarsa, daripada lu nulis tentang dosa dan tetap tidak bisa menjelaskan ‘apa itu dosa’; juga lu tidak punya kapasitas apapun terhadap dosa, mending lu baca tulisan ini dan belajarlah jadi lebih manusiawi….

    dan….

    berkacalah banyak-banyak tentang dalil iman yang lu bangga2kan.

    ===
    https://manampiring17.wordpress.com/2016/02/27/surat-untuk-kaum-lgbt/

  130. ikut komentar ah🙂

    saya juga pendosa, jadi ketika menulis ini saya sadar saya bukanlah orang yang paling benar, jika tulisan ini menyesatkan, Tuhan pasti akan menegur saya kok :))

    1. intinya adalah LGBT itu tidak dibenarkan dimata agama (titik, ga pakai koma)
    jgn mencampur adukan atas nama cinta dan kemanusiaan lho. ini konteks yg berbeda.
    yang tersisa adalah bagaimana cara saudara memandang LGBT itu,
    mau menggap hina = itu hak saudara
    mau mengganggap tidak hina = itu hak saudara

    2. Ko ernest memberikan statemen jika dia tidak memandang LGBT sebagai suatu hal yang hina, dia hanya mengingatkan sebelum menghakimi orang lain, berkacalah dahulu karena kita juga pendosa nah, itu kan pendapat Ko ernest, itu hak dia, dia mengingatkan. Knp anda mempertentangkan pendapat tersebut benar atau salah?
    toh tujuannya baik, intinya LGBT itu dosa

    3. ketika anda mengganggap mereka hina atau tidak, itu adalah urusan anda dengan Tuhan, tidak perlu anda mengumbar-umbar lalu mengeluarkan statement “Dia hina, layak dibunuh, Dia najis, layak dibinasakan, Dia gay, layak disingkirkan”, siapa sih yang tau ukuran suci menurut Tuhan? siapa sih yang tau mana yang dianggap tidak berdosa dan layak diselamatkan? cuma Tuhan yang tau, dan ingat, cuma Tuhan yang layak memberikan penghakiman … ketika kamu mengeluarkan hinaan pada mereka, eeitss, siap tau yaa, siapa tau Tuhan mencatat perilaku tsb sebagai hal yg tidak baik

    4. kalau mau disamakan dengan korupsi, jelas korupsi merugikan negara, dosa karena korupsi mencuri, mereka disidang, masuk penjara. Lha LGBT? kalau mereka menyakiti, berbuat kriminal, ya disidang, ya dipenjara.

    Kalau LGBT yg lain yang belum berbuat kriminal? mereka dibenarkan?? ya jelas tidak, intinya kan LGBT dosa kalau menurut agama, kalau dianggap berpotensi kriminal, ya sudah, dirangkul, dibina, dikembalikan ke jalan yang benar…
    selama mereka tidak mengganggu anda dan lingkungan anda, tidak melakukan kriminalitas, anda tidak berhak menghakimi dan menganiaya mereka. Cukup ingatkan secara pribadi, tidak perlu anda gembor-gemborkan identitasnya … tidak membantu tau ngga :))

    5. solusinya??? mereka dibunuh dan dibinasakan? ingat, membunuh juga dosa, kwkwkw ya solusinya tidak dibunuh, tapi direhabilitasi,
    sama dengan pengguna narkoba (bukan pengedar ya), mereka direhabilitasi,

    lho itu yang gembong narkoba aja dihukum mati, masak yang ini ngga? wkwkkw, saya buta hukum sih ya, jujur ga tau bagaimana negara mengukur orang tsb boleh dihukum mati atau tidak. Terlepas dari itu, mereka terbukti sudah berbuat dan membahayakan orang lain,

    Kalau sudah ada payung hukumnya, akan mudah mencari solusi LGBT itu harus dibagaimanakan, kalau menurut saya sih hematnya direhabilitasi.. sebelum ada payung hukum, jgn lah bertindak main hakim sendiri

    Yah, kembali lagi ke pribadi masing-masing, saya cuma mengingatkan, mari rangkul dan bantu mereka kembali ke jalan yang benar … baik secara agama, secara psikologi, secara biologis,

    ingat, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, kalau Tuhan mau, yg namanya kelainan secara biologis pun bisa disembuhkan, kalau Tuhan ingin melakukan hal yang sama seperti Sodom dan Gomora di Indonesia? ya bisa saja, itu adalah pengadilan bagi bangsa ini🙂
    ngeri ya, kok Tuhan jahat ya? ngga kok, Tuhan itu ngga jahat, Tuhan itu baik, supeer baik, ngga terhingga baiknya … ok stop disini, tulisan saya juga udah melebar kemana-mana, hahaha, saya yakin ada kok yg ga setuju dengan pendapat saya :))

    dijaman sekarang ini, topik yang dicampuradukan dalam hal HAM, agama dan politik itu sangat banyak. ya itu isu yang banyak terjadi, jadi be wise untuk kalian, pintar lah dalam memilah dan menilai informasi

    saran sih, saran, perbanyak saja ibadah anda, dekatkan diri anda melalui agama masing-masing, banyak diskusi dan jauhi perdebatan, perkaya pikiran dan bukalah pemikiran anda, jangan merasa sempurna, hanya Tuhan saja yang sempurna.

  131. Gue mau coba kasih pandangan menurut logika gw.
    menurut saya, orang yang LGBT itu pasti punya alasan tersendiri sehingga mereka memilih untuk menyukai sesama jenis.
    Gue punya kenalan cowok, 31 tahun dan karirnya cukup sukses dibidang arsitektur dengan tampang lumayan. Namun, dia itu penyuka sesama jenis alias cowok juga. Setelah gw coba selidiki, rupanya dia itu dulunya suka dijauhi perempuan dan pernah jadi korban bully-ing oleh cewe-cewe di sekolahnya. Setelah kuliahpun dia masih susah berhubungan dengan wanita dikarenakan agresifnya dia. setiap kencan berakhir dengan upaya kontak fisik dari dia. So, sekarang dia memilih menjadi GAY.
    Okay, gue akuin itu dosa dan salah. Tapi mnurut gue dia itu SAKIT, mungkin scara psikologis dia itu kena penyakit tertentu. Jadi menurut gue daripada kita sibuk men-judge orang gay atau tidak, ada baiknya kita memberikan solusi dan membawa mereka ke psikiater/psikolog.
    Itu sih pendapat gue~

  132. Wahai manusia ??…Mulut mu menghakimi manusia berdosa..padahal balok didepan mata Kamu Sndiri ga keliatan ..!!! Parah tuh otak manusia yg suka bilang dosa ke manusia lain..pada ga ngaca mereka !!! Pada so suci ya.

    Siapa yang ga berdosa di sini haiii wahai manusia ??? …

    knapa hanya LGBT yg lu bahas Dosaa ???..

    biarin aja lahh..selama LGBT ga ganggu dan ga merugikan kalian smuaa…damai aja. urusan dosa mah HAK nya TUHAN yg menentukan.Bukan HAK kalian hai manusia…

    Jangan suka menyimpulkan Manusia Ber Dosa lah ..LGBT juga manusia hargai mereka. Dan hargai perbedaan..
    Coba liat di negara luar sana ..jangan kan di amerika eropa di israel skalipun homoseksual Hidup ..dan banyak greja disana bukan skedar mendukung tapi mereka percaya LGBT itu bukan DOSA. Tolong HARGAI perbedaan yaa..

    Dan kalian sadar kan ??? Alkitab ada..asalnya dari negara mana ???….
    Yang pasti bukan berasal dari INDONESIA.
    Kalo alkitab yg beredar di indonesia kan sudah di terjemahkan dan di tafsirkan oleh orang indonesia. Jadi kesimpulanya Pro kontra itu pasti ada lah setiap orang yg menafsirkan belahan ayat dalam alkitab itu sndiri.

    Ampuni mereka Tuhan,mereka tidak tau apa yg mereka lakukan.

    Ampuni aku Tuhan.

  133. Gita, apa kabar?

  134. Selamat siang. Mau bertanya. Hak cipta cerita ini di pegang siapa ya?
    Saya Raditya Saputra dari SMA N 1 MAGELANG. Saya dan tim saya tertarik dengan cerita ini. Dan ingin menjadikan sebuah karya Film Pendek. Rencana Film pendek itu akan di ikut sertakan dalam festival2 dalam dan luar negeri. Apa ada yang bisa bantu menjawab?

  135. kita MC adalah makhul sosial maka, kita jg harus berpatri kpd orang2 seperti LGBT, tidak sebliknya,, kita menjauhi dari mereka. amin

  1. Pingback: Pendosa Teriak “Pendosa!” |

  2. Pingback: (kembali) Tentang LGBT di Indonesia | Kisah Sang Pria

  3. Pingback: Lu Ga Bener Tong! | apeuta

  4. Pingback: Kenapa sih kita bermusuhan terus? | My -FreeTime- Writing Domain

  5. Pingback: LGBT Itu Dosa! — @ernestprakasa | Write Your Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: