Monthly Archives: December 2015

Yet Another New Phase

“Nanti kamu aja ya sutradaranya.”

It was April, 2015. I can vividly remember the look on his face when he said that to me.

Mr. Chand Parwez Servia of Starvision, the guy who gave directorial debut to Iqbal Rais, Fajar Bustomi, and of course Raditya Dika, now wants me to take the chair. The holy chair.

Pengalaman gue sebagai pemain film mengajarkan gue bahwa jadi sutradara itu adalah pekerjaan yang amat sulit. Pertama, sutradara harus punya visi yang solid. Ibaratnya, sebelum film itu mulai disyuting, sutradara sudah punya bayangan yang kuat seperti apa hasil akhirnya kelak. Kedua, sutradara harus punya skill secara teknis tentang perfilman. Gue ngerasa dua hal itu nggak ada di gue, apalagi yang kedua. Mana gue ngerti soal komposisi, teknik pengambilan gambar, dan lain-lain.

Tapi Pak Parwez punya pandangan lain. Menurut beliau, modal utama seorang sutradara adalah kemampuan bercerita. Buku Ngenest adalah cerita gue, jadi gue harusnya bisa menceritakan kisah gue sendiri dengan cukup baik. Oke, masuk akal. Tapi gimana dengan perkara teknis? Gue nggak ngerti apa-apa soal teknik penyutradaraan. Lagi-lagi, Pak Parwez meyakinkan gue. Menurut beliau, selama gue didukung oleh tim yang kuat dan lebih berpengalaman, harusnya gue gak perlu takut.

He’s done this before. Giving newbies a chance to direct movies. So he ain’t bullshittin’ me.

Akhirnya gue mengiyakan dengan dua syarat. Pertama, gue nggak mau dibayar dengan standar honor sutradara. Buat gue ini semacam beasiswa, sebuah kesempatan belajar gratis. Kalo dibayar layaknya seorang sutradara, gue ngerasa bebannya terlalu besar. Kedua, gue minta dua orang personil Comic 8 untuk mendampingi gue, yakni Dicky R. Maland (Director of Photography) dan Alwin Adink Liwutang (Co-Director). Mereka dua orang yang intens bekerjasama bareng gue di Comic 8 dan Comic 8 Casino Kings. Meski disitu gue sebagai pemain bukan sutradara, tapi paling enggak chemistry kita udah terjalin. I need people I can trust.

Fast forward to eight months later.

Hari ini, 30 Desember 2015, film Ngenest rilis di bioskop. Film yang gue tulis dan sutradarai (dan mainkan tentunya), akan bisa ditonton oleh orang-orang se-Indonesia.

Rasa gugup gue emang udah sedikit mereda setelah melihat riuhnya respon penonton di Gala Premiere dua hari yang lalu. Tapi tetep aja sekarang perut gue mules. Bioskop Indonesia lagi dikepung oleh film-film box office dalam negeri. Siapa yang bakal nonton film gue?

But like my producer said, we have done our part, now let the audience decide.

Now, all I need to do is take a deep breath.

Here we go.

@ernestprakasa

(Hampir) Setahun Berselang

Gue bingung sama Pandji Pragiwaksono. Perasaan doi kegiatannya banyak, tapi kok ngapdet blog bisa tetep rajin ya. Sementara gue, udah hampir setahun nggak posting apa-apa.

HAMPIR SETAHUN.

Mukegile.

I don’t believe in new year resolutions because they usually last for a month, max. Tapi biarin lah, di penghujung 2015 ini, gue mau renew my commitment untuk lebih rajin ngeblog.

Biasanya orang yang (lagi-lagi) berjanji pada dirinya sendiri untuk (kembali) rajin ngeblog akan menargetkan 1 blog post per minggu. Tapi kali ini gue tau diri aja. Bisa 2 post per bulan udah kece. AMIN!

Anywaaaaaaaay. Let’s reflect on 2015.

Bulan Februari, Comic 8: Casino Kings dirilis. Walau banyak keraguan untuk mengejar sukses prequelnya, tapi Casino Kings ternyata masih sanggup nembus satu juta penonton.

Bulan April-Juni gue jalanin tur ketiga gue Happinest yang finale-nya di Balai Sarbini jadi stand-up special yang paling gue hepi sampai saat ini. Sori banget DVD / Digital Download-nya masih terbengkalai gara-gara gue sibuk di film Ngenest, tapi gue targetin di awal 2016 udah harus rilis sih, paling lambat banget Februari.

Bulan Juli, buku Ngenest 3 rilis. Buat yang bertanya-tanya apakah akan ada Ngenest 4, jawabannya adalah: NO. Kenapa? Karena 4 angka sial. Adanya Ngenest 3A. Hahaha. Nggak lah, alasannya karena gue pengen belajar bikin novel. Jadi setelah film Ngenest, next project gue ya si novel ini. Kapan rilisnya? Waduh belum tau. Sekarang gue masih dalam proses milah-milah premis mana yang mau gue explore.

Pasca tur Happinest, mulailah gue mencoba belajar bikin skenario film Ngenest. Proses penulisan skenario berjalan selama kurang lebih empat bulan, lalu lanjut shooting. Saat tulisan ini dibuat, film Ngenest masih menjalani proses editing untuk dirilis di bioskop tanggal 30 Desember 2015. Yang mau liat teaser dan trailernya udah bisa kok. Selengkapnya tentang proses produksi film Ngenest akan gue post terpisah abis ini ya.

What a year.

But then again, I’m proud to admit that lately I always say that at the end of EVERY year.

2012 – Merem Melek Tour, Indonesia’s first ever stand-up comedy tour.
2013 – Oriental Bandits Stand-Up Special & Buku Ngenest.
2014 – Illucinati Tour, Buku Ngenest 2, Film Comic 8.

How about 2016? We’ll see 🙂

@ernestprakasa