Menerima Kekalahan

Ayah saya selalu ingin agar kedua anaknya menjadi atlet.
Sejak usia 9 tahun, saya masuk ke sekolah tenis, dan saya terus aktif hingga saya SMA, dengan pencapaian tertinggi Juara Piala Walikota Jakarta Selatan 1996🙂. Setelah itu, karena diterima di UNPAD, ayah saya lebih menuntut saya fokus kuliah. Sementara adik saya Audrey (@audreyjiwajenie) lebih sukses menjadi perenang nasional hingga ke level Sea Games.

Hampir satu dekade aktif di lingkungan atlet, jiwa kompetitif saya jadi lumayan kronis. Saya sering diprotes oleh teman-teman karena sering terlalu kompetitif. Dalam hal APAPUN, bahkan sesimpel permainan Playstation🙂. For me, losing is simply not an option.

Usmar Ismail Hall, 30 November 2011.

Photo credit: RollingStone Indonesia

Dewan juri Stand-Up Comedy Indonesia Kompas TV yakni Indro Warkop, Butet Kartaradjasa, & Astrid Tiar memutuskan bahwa saya harus close-mic, alias dieliminasi dari kompetisi. Perjalanan saya berakhir di semifinal, menyisakan Ryan Adriandhy (@Adriandhy) dan Insan Nur Akbar (@akbar___) di babak grand final.

Jujur, sejak beberapa hari sebelumnya, saya memang sudah siap mental. Harus diakui, Ryan & Akbar tampil lebih konsisten sepanjang kompetisi, sementara saya, sempat beberapa kali tampil kurang maksimal. Kalimat pamit saya di panggung ketika itu adalah: “Hanya ada satu hal yang membuat saya bisa menerima kekalahan, yakni kalah dari lawan yang memang lebih baik. Ryan & Akbar layak bertarung di grand final”. Dan saya mengatakan itu dengan sepenuh hati. Saya sungguh-sungguh merasa mereka berhak.

***

Keesokan harinya, saya membuka mata dengan perasaan janggal. Seolah perasaan legowo saya di hari sebelumnya, sudah habis masa aktifnya. Saya mulai diserbu rasa bersalah pada diri sendiri. Saya kalah. Harusnya saya tidak kalah. Andai saja saya lebih cermat. Andai saya memilih tema yang berbeda. Andai saya lebih beruntung. Andai, andai, andai. Sisi gelap saya mulai mengejek: “Jadi lo berminggu-minggu karantina buat apaan? Cape-capein doang, akhirnya kalah juga!”. “Harusnya bukan lo yang dieliminasi dong, kan elo lebih bagus!”. And so on.

Saya tidak ingat kapan terakhir saya mengalami pergumulan mental yang begitu dahsyat. Energi saya terkuras untuk berdebat dengan diri sendiri. Sibuk menangkis cacian demi cacian. Berusaha mencari sebanyak mungkin pembenaran atas hasil yang saya peroleh. Selama beberapa hari, saya – istilah anak sekarang – galau.

Untungnya, dengan dukungan moral dari istri tercinta, perlahan saya mulai bisa “nrimo”. Kalimat-kalimat miring tadi bisa saya balas dengan energi positif. “Ini cuma sebuah kompetisi. Karir ke depan masih panjang!”. “Ingat apa kata Mas Indro, you are an inspiration!”. Dan lain-lain. Terdengar konyol memang, tapi saya memang menjalani perang sengit dengan batin sendiri.

Dan akhirnya, sampai pada titik dimana saya sudah sepenuhnya menerima kenyataan. Life is not about condemning failures. It is about getting back on your two feet, then walk on. Biarlah kali ini, saya kalah. Saya kalah karena mereka lebih baik. Itulah hidup.

***

Menjelang babak semifinal, anak saya Sky tinggal di Bandung bersama ayah & ibu mertua saya. Rupanya oleh mereka, Sky diajari berdoa: “Tuhan Yesus, semoga papa menang, amin”.

Malam pertama setibanya saya di Bandung, Sky memamerkan doa tersebut di depan saya. “Tuhan Yesus, semoga papa menang, amin”. Saya tercekat. Tentu ia tidak mengerti, bahwa saya sudah kalah. Dengan mata berkaca-kaca, saya kecup keningnya sambil membatin: “I am a winner, kiddo. I have you, I have your mom. I’ve won everything there is to win”.

God is good🙂

[@ernestprakasa]

About @ernestprakasa

a husband, a father, comedian. guess which one makes me laugh the hardest?

Posted on December 9, 2011, in life, stand-up comedy and tagged . Bookmark the permalink. 38 Comments.

  1. Jessica Farolan

    Ada istilah lebih keren daripada galau (baca: disonans) =)
    nerima kekalahan itu artinya menang kok. Menang lawan paling berat (baca: diri sendiri) =)

  2. Well, imho you are a winner kok bang! Apalagi sudah menang melawan keraguan dan energi negatif dari diri sendiri. Gue ngerti banget kok seperti apa rasanya, apalagi datang dari orang yg sangat kompetitif. This is just a beginning, ga masalah menang-kalahnya, yang penting sekarang lo dikenal sebagai salah satu pelopor Stand Up di Indonesia, juga sebagai salah satu orang yg berani menertawakan diri dan etnis ‘Cina’ yang selama ini jadi isu sensitif🙂

  3. u are a winner.🙂 Definisi nrimo itu dalem bgt loh ka. Jd kalo kk udah bs nrimo,itu artinya kk udah ikhlas dan siap untuk bangkit jd lebih baik lagi. menang itu kebanggaan,tp kalah dan bangkit lg itu namanya hebat. semangat terus ka😀

  4. Keren bro, jujur gua udah pengen nonton stand up comedy sejak raditya dika mulai teaser di twiitter, cuman baru kesampean liat di stand up comedy kompas pas episode yang legging macan tutul, and man, that’s hilarious! Gw langsung ngikutin terus, and it’s really sad to see you left last week, but we’re very proud of u. Background kita lmyn mirip, sama2 indonesian chinese, so to see you getting so far in this competition is really an achievement. Gw yakin Stand up indo akan terus berkembang, audience jg mulai bosen sama comedy kayak ovj yg kurang berbobot, so we need smart comic like you guys! Btw adain di jakarta barat donk, selatan mulu nih maennya😉

  5. That’s why I am cry when you close mic..YOU ARE INSPIRATION… *saya baca ini sambil…………..* you know me lah nest..*standing ovation buat kamu yg telah membuat STAND UP COMEDY bisa berdiri di indonesia*

  6. Woah! Semoga tak ada larangan menyebutmu IDOLA. Apa yang telah kita tempuh adalah alasan yang menjadikan kita utuh.

  7. Keluarga memang obat yang paling manjur untuk kembali bersemangat berkarya ya, kak. Btw, sudah pernah ke semarang? Mau liat kak Ernest main di semarang, donk.🙂 Satu lagi kak, that Jesus ever said, if we are destined to become more than a conqueror. Jadi nggak perlu kuatir. :)) Terus maju Stand Up Comedy Indonesia!

    -Jojo-

  8. di tiga besar ini aku bingung, kenapa mesti dicari siapa yang juara? kalian semua adalah juara!🙂

  9. semangat kak ernes aku tetep jadi idolamu hehehehe.

  10. dah beraktivitas seperti dulu lagi ya kak…..

  11. sukses terus bang ernest.masih bny jalan menuju kesuksesan.maju trus stand up comedy indonesia(*bkn acar di kompas tv lho mksdny*) GBU

  12. Wow! Postingan yang sangat-sangat keren.
    Membanggakan.. Jika saja semua yang pernah ‘kalah’ bisa menerimanya dengan sikap legowo dan sebijak ini.

    You are winner, bung ernest!

  13. bang ernest gak usah galau, tetep semangat, walaupun kalah di kompetisi, tapi tetep bang ernest tampil selalu memukau dengan tema cina-nya…. dan tetep salut *terharu* baca postingan ini bang😀

    eh, sky lucu ya..😀

  14. hehehe, gemes liat sky😀

  15. nice post mas. inilah kompetisi .tapi kompetisi tidak menentukan yang terbaiklah yang menang.don’t think about that mas. yang mas dan teman2 lakuin buat stand up comedy di indonesia itu udah sangat luar biasa.saluut buat mas ernest .
    keep spirit for standing Stand Up comedy Indonesia

    hidup koh ernest .

    minta saran juga ya mas di http://www.randyhambali.co.cc/2011/12/dunia-baru.html
    ingat kan..?

  16. cemungudh eaa kakaaa :p
    a winner is someone who keeps on walking and fighting! Not everyone can be the champion, it doesnt matter if you dont win the race, finishing the race wholeheartedly is the heart of it🙂
    Okeh ko – eh, kaka deng :))

    -You Go Ernest!-

  17. woles(selow) bro,,kegagalan merupakan awal dari kebangkitan.
    saya yakin stand up comedy berpotensi utk menjadi suatu ajang hiburan yang akan populer karna benar2 sangat menarik dan menghibur, dan inilah hiburan yang dibutuhkan masyarakat indonesia utk mengkritik petinggi atau pun suatu perbedaan melalui sebuah humor.
    God Bless You.
    percaya bandung kota humoris,,so you must stay looking funny..hihi.
    cheers !

  18. Damn ninja cutting onions…
    Justru disaat abang keluar panggung,closemic,abang justru dapet waktu luang buat mengasah kemampuan abang lagi.Dan buktinya,abang berhasil buat Merem Melek Tour,Tour stand up comedy pertama di Indonesia. Sudah 6 kota (kalo gak salah ya ?) abang obok-obok dengan rombongan comic dan pulang dengan meninggalkan penonton yang masih terbahak (Ya,bang Ernest emang kejam !) :’D

    btw makasi bang,udah memasukkan Denpasar salah satu tujuan tour itu.Saya anak kecil yang minta foto 2 kali gara-gara fotonya burem.Iye,yang pake behel -___-

    Salam dari Denpasar

  19. Chyntia Maharani Naomi

    Keren banget!
    Cowok yang baik tuh kayak gini yang bisa nerima kekalahan (walaupun berat dalem hati) so must go on!
    Masih ada baby sky yang bangga sama papanya!
    Haha

  20. Gpp gk menang kak , semua kemenangan gk harus jdi. Nomor 1 kok , tp kan kakak udh jdi no 1 buat orang2 tercinta🙂 good luck

  1. Pingback: looking back on 2011 « @ernestprakasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: