The Birth Of @StandUpIndo

Waktu itu tahun 2001.

Saya sedang menggonta-ganti channel TV ketika tanpa sengaja menemukan sebuah stand-up comedy special di HBO berjudul “The Blue Collar Comedy Tour”. Mereka berempat tampil bergiliran menghibur teater yang penuh sesak. Saya terpana oleh ketangkasan mereka di atas panggung. Panggung yang begitu megah, penonton yang begitu banyak, bisa tersihir oleh satu orang yang berdiri penuh kharisma. Saat itu juga saya jatuh cinta pada stand-up comedy.

Blue Collar Comedy Tour: Larry The Cable Guy, Bill Engvall, Jeff Foxworthy, Ron White | fanpop.com

Stand-up comedy memang bukan barang baru diluar sana. Berasal dari Inggris, stand-up comedy sukses booming di Amerika, dengan nama-nama tokoh seperti Bob Hope, George Carlin, Robin Williams, Eddy Murphy, dan masih banyak lagi. Secara sporadis, sebenarnya saya sudah pernah menyaksikan stand-up comedy sebelum Blue Collar tadi, namun dalam format yang lain, seperti di talkshow maupun berbagai awarding film / musik. Sejak melihat Blue Collar, saya terus diganggu pemikiran “kayak beginian di Indonesia bisa ga ya?”. Terus terang saya pesimistis. Sampai kemudian pada taun 2002, muncullah sitcom Bajaj Bajuri di Trans TV. Sukses pula!

Saya mulai berpikir. Hey, wait a minute. Sitcom? In Indonesia? Wow! Kalo sitcom yang notabene “bule banget” bisa diterima masyakarat, harusnya stand-up comedy juga bisa dong? Kan anyway ini semua hanya masalah format penyajian. Konten adalah sesuatu yang bisa di-localize. Karena tidak tau harus berbuat apa, akhirnya saya lebih sibuk browsing di youtube, dan berkenalan dengan banyak comic (istilah untuk stand-up comedian) luar biasa seperti Ellen Degeneres, Louis CK, Russel Peters, & masih banyak lagi. Semakin banyak yang saya tonton, semakin saya penasaran. This MUST happen in Indonesia!

Fast forward ke 2009. Karena penasaran, saya akhirnya mencoba membuat stand-up saya sendiri. Saya buat naskah lalu saya shoot dengan webcam, lalu upload ke youtube. Beberapa teman saya mintai komentar. Hasilnya ya tentu saja butut, hahaha :p Karena risih sendiri, akhirnya video-video itu saya delete dari youtube. Dan, lagi-lagi, hasrat saya terhadap stand-up comedy kembali terpendam.

Sabtu, 2 Juli 2011.

Saya ingat betul tanggal itu. Di akun twitter @pandji, saya melihat pengumuman audisi program TV “Stand-Up Comedy Indonesia” di Kompas TV. Saya terkejut campur bingung campur excited. SERIUSAN INI?? Disana tertera, bahwa hari Jumat 8 Juli, ada audisi perlombaan stand-up comedy di kantor Kompas TV. Tidak perlu berpikir panjang untuk saya menjerit dalam hati: FINALLY!!!

Rabu, 6 Juli 2011.

Bertempat di Comedy Café Kemang, saya melatih materi yang akan saya pakai untuk audisi. Kebetulan rabu adalah waktunya open mic. Comedy Café yang selama ini saya ketahui memang memberikan wadah untuk para pecinta stand-up comedy, terasa lengang malam itu. Pengunjung tidak sampai 10 orang, termasuk diantaranya Asep Suaji. Saya dan Asep adalah 2 orang peserta open mic malam itu. Dan ternyata, Asep pun sedang mempersiapkan diri untuk audisi yang sama.

Jumat, 8 Juli 2011.

Saya ikut audisi di Kompas TV. Selain kembali bertemu Asep, di hari itu saya bertemu dengan Ryan Adriandhy (@Adriandhy), Arief Budiman (@ariefdidu), dan lain-lain. Kebetulan saya dan Ryan sama-sama mendapatkan golden ticket, lalu terlontarlah ide dari saya untuk mengajak Ryan berlatih bersama di Comedy Café. “Biarin lah yan sepi cuek aja, yang penting kita latihan bareng”, itu kalimat saya pada waktu itu. Ternyata selain menyanggupi, Ryan juga mengajak Pandji, yang kemudian mengajak Raditya Dika. Mereka berdua adalah host program ini. Saya juga mengajak Isman (@ismanhs), seorang penulis komedi yang juga sangat antusias terhadap stand-up comedy. Next thing we know, yang tadinya sekedar latihan bareng, telah menjelma menjadi the very 1st local stand-up comedy night in Indonesia! Kami pun menyiapkan akun @StandUpIndo untuk mengkomunikasikan acara ini. Dan melalui followers Pandji & Radit yang militan, event ini berbunyi nyaring di twitter.

Dari kiri: @ismanhs, @Adriandhy, @radityadika, @pandji, @ernestprakasa (Photo taken: Jan 8, 2012)

Rabu, 13 Juli 2011.

Comedy Café nan mungil itu serasa mau runtuh oleh gelak tawa. Sekitar 200-an orang hadir (sebagian besar terpaksa mencuri dengar dari luar), dan sejarah pun tercipta. Kami berlima (saya, Ryan, Isman, Pandji, & Radit) benar-benar tidak menyangka bahwa ajang kumpul-kumpul sederhana tadi benar-benar telah menjelma menjadi event monumental. Selain kami berlima, turut tampil pula Asep Suaji (@asepsuaji), Arief Budiman (@ariefdidu), & Intan AP (@badutromantis). Video para performer itu kami upload di youtube, dan bagaikan api membakar tumpukan daun kering, kobarannya menyambar tak terkendali. Dalam waktu singkat, video tersebut menyebar hingga ditonton oleh ribuan, lalu puluhan ribu, lalu ratusan ribu, hingga jutaan orang. Teman-teman di luar Jakarta pun menggeliat. Tercatat Jogjakarta sebagai kota pertama yang ikut membuat event serupa. Disusul oleh teman-teman di Samarinda, lalu kota-kota lainnya di berbagai pelosok nusantara. Secara de facto, memang akhirnya saya, Ryan, Isman, Pandji, & Radit lah yang bisa dibilang secara tanpa sengaja telah “mendirikan” Stand-Up Indo.

Senin, 5 Desember 2011.

Saat tulisan ini dibuat, tercatat total views di youtube.com/standupcomedyindo telah menembus 4 juta, sementara akun @StandUpIndo di-follow oleh lebih dari 26 ribu orang.

Event stand-up reguler membahana tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di kota-kota seperti Jogjakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Bandung, Samarinda, Bali, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Jambi, dan sebagainya. Ada juga yang mendirikan komunitas berbasis kampus, seperti UIN, STAN, Atma Jaya, UNTIRTA, dan lain-lain. Sebuah embrio cilik telah menjelma menjadi jejaring komunitas lintas nusantara, dengan excitement yang luar biasa untuk memasyarakatkan stand-up comedy di tanah air. UNBELIEVABLE. Sungguh sesuatu yang amat mengharukan.

Belakangan ini, pertanyaan yang kerap diajukan banyak orang termasuk teman-teman dari media massa adalah: “apakah ini hanya sekedar trend?”. Dengan tegas, kami selalu menjawab: TIDAK. This is a birth of a new comedy genre. A baby that will grow bigger & stronger. Indonesia, prepare yourself, for stand-up comedy.🙂

[@ernestprakasa]

About @ernestprakasa

a husband, a father, comedian. guess which one makes me laugh the hardest?

Posted on December 5, 2011, in stand-up comedy and tagged , . Bookmark the permalink. 33 Comments.

  1. wow! hidup selalu penuh kejutan ka ernest.smoga sy pun dpt merasakan hal yg serupa dlm bidang sy.inspiratif sekali ka. thx bwt sharing nya😉 Indonesia must be proud to all of u..God bless us! ;D

  2. iya ka.. ;D sayang blm ada comic perempuan yg bs spt kalian..
    kl ada wkt,mampir k blog sy ya ka..
    marinanareswari.tumblr.com😉 thx a lot..

  3. Akhirnya muncul juga ini tulisan. Perlu dong sebagai bagian dari sejarah dari sudut pandang pelakunya.🙂

  4. woaaa..
    i’m not sure i could be the one of u guys. i have to had something strong that make me want to show up my ability in front of all the people. and u guys have it..😉

  5. yeah..well,maybe i’ll try if i have chance to do it..
    tp kl sy bs pake topeng dan dlm keadaan mabuk.. *impossible*
    sy pemalu ka..he

  6. Merinding bacanya… Semoga komedi tunggal bisa terus mewabah ke pelosok negeri, kita sebarkan senyum dan tawa ke mana-mana🙂

  7. Nice post. Klo ngga salah dulu sempet in juga waktu masih jamannya comedy cafe pasar festival ya? Pernah sekali liat waktu masih ada alm. Taufik Savalas. Tapi redup gitu aja. Klo dari luar saya suka banget sama Maz Jobrani & Axis of Evil Comedynya. Mudah2an makin maju deh StandUp di Indo, biar warga Indonesia pada melek & ga terlalu sok sensitif.

    Salam kenal.

  8. Ini nih yang ditunggu Indonesia. Zaman sekarang semakin maju, teknologi semakin berkembang, komedi pun harus intelek juga. 2 thumbs up for you guys.

  9. Wew! Nice informations! =D
    Ernest, thank you ya utk workshop Atma kmarin. You should see the second day of the workshop! Smoga salah sekian dari kami bisa n mau maju audisi season 2. Ada 2 comic cewe juga.. Gue salah satunya haha ;D

  10. perjalanan tak pernah lelah, salut !!
    saya tunggu kedatangannya di malang mas.
    salam hangat.

  11. kalo jadi, maret aku ke malang. doakan🙂

  12. SALUT BANG!! lagi tahap mengenal dan belajar, moga bisa jadi comic juga kelak🙂

  13. Awalnya tau Stand Up Indonesia ya waktu Iwel sering mengisi satu segmen Acara malam (kalo gak salah Angin Malam. CMIIW) di RCTI juga joke tellingnya Alm. Taufik Savalas di comedy cafe yang kadang di siarin di TV. Saya tinggal di Kalimantan, agak susah memang mencari hal2 seperti itu disini dulu, alhasil youtube menjadi sarana utama saya. Kemudian, sekitaran April 2011 saya iseng liat kanalnya pandjimusic di Youtube, dan di situ ada video Stand Up pandji dan selang berberapa bulan Akun StandUpIndo mulai mengupload performance2 yang akhirnya selalu menjadi langganan saya. terima kasih sudah menjadi pionir.

  14. sumpah keren bngt(tepuk tangan)
    moga mkin banyak comic kyk kalian ya kak,n smoga stand up comedy indo terus berkembang:D

  15. keren bang, ternyata lo termasuk pelaku utama adanya stand up comedy indonesia. kapan ya lo ke pekanbaru lagi, gua nunggu bang . (y)

  16. (y) sukses selalu buat kau bang. aku doainla. medan menantimu

  1. Pingback: Sedikit cerita tentang asal muasal @StartUpIndo oleh salah satu dedengkotnya Ernest Prakasa.  :: his randomness

  2. Pingback: the birth of @StandUpIndo « his randomness

  3. Pingback: looking back on 2011 « @ernestprakasa

  4. Pingback: Mesakke Bangsaku World Tour #MBWT Singapore | My Gado Gado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: