Monthly Archives: February 2011

Membeli Gaji

GAJI. Empat huruf saja. Yang paling ditunggu karyawan tiap akhir bulan. Yang kehadirannya bisa membuat nafsu konsumtif membara, membuat kita tak kuasa menolak godaan untuk segera masuk ke pusat perbelanjaan. “Hey, I earned this money with hard work! I have every right to use it the way i please!”, kira-kira begitu bukan? πŸ™‚

Memang, karna kita bekerja, gaji adalah sesuatu yang kita terima. Imbalan atas kontribusi kita untuk pihak yang menggaji kita. But for once, let’s shift perspective.

In a way, sebenarnya gaji itu bukan sesuatu yg kita dapatkan.
Tapi sesuatu yang kita BELI.

Kita membeli gaji dengan segenap pikiran dan tenaga. Kita membeli gaji dengan waktu kita. Kita membeli GAJI, dengan PENGORBANAN.

Bisa jadi yang dikorbankan adalah kebahagiaan, passion, pacar/suami/istri, hobi, atau hal-hal lainnya. Semakin besar pengorbanan, semakin mahal harga yang kita bayar untuk gaji kita.

Mungkin gaji kita cukup “wah”, dan membuat banyak orang iri. Namun bisa jadi, tanpa mereka ketahui, gaji tersebut dibeli dengan harga yang teramat mahal, yakni kebahagiaan bersama orang-orang tersayang.

Sebaliknya, mungkin gaji kita so-so, tidak mampu memancing dengki. Namun dibalik itu, sebenarnya gaji tersebut dibeli dengan harga yang teramat murah, karena setiap waktu yang kita habiskan saat bekerja adalah waktu yang sangat menyenangkan.

So for a while, stop thinking about how much your salary is.
Ask yourself instead: “how much did I pay for this?”.

@ernestprakasa

PS: Seorang teman merespon dengan postingan ini: “Time vs Money” by passionswing. I’m profoundly happy to be able to inspire :).