Monthly Archives: June 2009

Not For What They Are, But For What They Might Become

“Saya cuma punya satu pesan buat kamu. Always treat people with respect. Karena hidup sulit diduga. Orang yang saat ini kamu remehkan bisa jadi suatu saat menjadi seseorang yang sangat kamu butuhkan”.

Pekerjaan seperti yang saya lakukan sekarang menuntut saya untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Sebagai konsekuensinya, kadang saya bertemu dengan orang yang karena satu dan lain hal, sepertinya tidak cocok dengan saya. Tentu sangat manusiawi bila kita bereaksi terhadap ketidaksukaan kita dengan berbagai cara. Bisa dengan sekedar menjauhkan diri, atau bisa juga dengan terang-terangan menunjukkan bahwa kita tidak suka kepada orang tersebut.

Seorang kolega yang saya hormati pernah memberi saya wejangan diatas. Buat saya kata-kata itu sangat berkesan, bukan hanya karena teorinya masuk akal, tapi saya rasa banyak dari kita yang pernah mengalaminya secara langsung.

So, the next time your emotions get the best of you, remember this: disrespecting people intentionally is a stupid thing to do. God knows someday he/she might very well be someone important to you. Like your boss. Or worse, your father/mother in law 🙂

@ernestprakasa

Advertisements

Price Is Much Less Relevant…

…when you edge out the competition by showing more:
– friendliness
– understanding
– trustworthiness
– creativity.

Those are the things anyone would find hard to put a price tag on.

@ernestprakasa

Lost In Translation

Kenapa ya, banyak sekali penerjemah dan editor buku kurang kompeten yang berkeliaran? Sedihnya, banyak pulak publisher yang mempekerjakan mereka. Bicara buku marketing, misalnya; rasanya buku yang saya beli dan ternyata terjemahannya sangat memuaskan hanya 1 dari 5. Padahal, bagi saya membeli buku import sepertinya bukan pilihan, mengingat harganya bisa 5x lipat dari versi terjemahannya.

Saya rasa saya tidak sendiri. Pasti ada orang lain diluar sana yang merindukan buku marketing yang terjemahannya akurat namun kontekstual, bukan harfiah. Ini peluang, bukan?

So for you daring publishers out there: Here we are, come reach for us. Jadilah publishing yang secara konstan menghadirkan buku terjemahan berkualitas prima. Saya 100% yakin bahwa meskipun langka, tapi penerjemah dan editor paten selalu ada. Kami menunggu.

@ernestprakasa

Time To Move On?

Take a pause and try answering these questions:
1. Do you wake up every morning feeling disgruntled because you have to spend an entire day at work, doing something that you can’t enjoy?
2. Do you have any concern in what your company’s destination and how it may affect you?
3. Do you believe that your boss won’t be able to groom you into a better person both personally and career-wise?
4. Do you drain yourself emotionally and physically believing that your current job is only a “phase” until you finally find the right time to pursue your passion?
5. Do you constantly wish today is Friday?

If you answer “yes” to at least three of the five questions above, then it’s time to move on. There’s no such thing as perfect timing, someone told me. And I truly believe that. MAKE your timing. Your fate is in YOUR hands.

@ernestprakasa

Zooming In

newstand82
Waktu saya kecil dulu, pilihan majalah bagi saya adalah Bobo atau Tomtom. Agak remaja, mulailah muncul majalah Hai. Bagi ayah saya, Tempo adalah pilihan yang mudah pada waktu itu. Dua dekade silam, media cetak di Indonesia tidak terlalu banyak.

Sekarang, coba main-main ke kios majalah. Untuk majalah remaja perempuan saja, mungkin bisa lebih dari sepuluh pilihan. Dan yang paling terlihat nyata, adalah semakin maraknya media cetak yang ditujukan untuk kalangan yang sangat spesifik, seperti kalangan pecinta ikan hias, komputer, bahkan khusus golf! Ini sedikit banyak menunjukkan bahwa orang semakin butuh informasi yang personal. Mereka senang karena ada yang mengerti apa yang mereka sukai dan minati. Bukan sekedar berita dan artikel untuk semua orang, tetapi spesifik untuk dirinya yang unik tersebut.

Sayangnya, masih banyak orang yang ragu untuk meninggalkan massa dan memasarkan produk mereka kepada kelompok orang yang lebih spesifik. I’d say, profoundly touching the right people will most likely get you more than slightly brushing the crowd.

@ernestprakasa